guideku.com - Di tengah semangat menyambut HUT RI ke-80, muncul sebuah "proyek ambisius" berupa film animasi berjudul Merah Putih: One for All. Niatnya mungkin baik, mau bikin tontonan yang nasionalis. Tapi, setelah trailer-nya dirilis, niat baik itu justru berubah jadi bahan lawakan dan amukan netizen se-Indonesia.
Kualitas animasinya yang dianggap "kaku kayak kanebo kering", alur cerita yang lemah, dan yang paling bikin geger: salah satu karakter utamanya mirip banget sama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka! Sontak, film yang katanya menelan biaya Rp 6,7 miliar ini jadi bulan-bulanan.
Emang Beneran Mirip Gibran Rakabuming?
Meskipun belum ada informasi resmi soal nama-nama karakternya, para detektif netizen sudah lebih dulu "menginvestigasi". Mereka menemukan kalau salah satu tokoh yang pakai baju hijau itu namanya Raka. Dan kebetulan (atau tidak), wajahnya memang punya kemiripan dengan Gibran.
"Baru tahu nama karakter yang hijau Raka, pantesan mukanya mirip Gibran," ujar seorang warganet.
"Udah mah namanya Raka, karakternya mirip Gibran yang diposter Ai gemoy Pemilu," timpal netizen lain, mengaitkannya dengan kampanye lalu.
"Kok mirip Gibran?" tanya yang lain.
Kemiripan ini jelas memicu spekulasi liar. Apakah ini cuma kebetulan? Atau memang ada unsur "pesanan" di baliknya?
Asetnya Diduga Beli yang Murahan?
Nah, ini bagian paling nyeseknya. Kritik netizen nggak berhenti di soal "Gibran versi animasi". Mereka bahkan sampai melakukan investigasi kecil-kecilan soal kualitas produksinya.
Akun YouTube Yono Jambul membongkar dugaan kalau beberapa adegan di film ini menggunakan aset animasi stok yang harganya murah meriah. Salah satunya adalah aset lingkungan bernama "Street of Mumbai" yang dibeli dari platform Daz3D.
"Mereka ada adegan jalan kan. Nah mereka belinya aset Street of Mumbai. Aneh banget kan makanya jalannya," ucapnya.
Temuan ini jelas bikin publik makin geram. Gimana bisa film dengan anggaran fantastis Rp 6,7 miliar justru diduga pakai aset "murahan" dari internet? Apalagi, sang produser, Toto Soegriwo, juga ngaku kalau pengerjaan film ini super ngebut, kurang dari satu bulan!
Kasus film Merah Putih: One for All ini jadi cermin besar dari banyak hal.
Kualitas vs Kuantitas: Proyek yang dikerjakan secara terburu-buru, meskipun dengan budget besar, hasilnya sering kali nggak maksimal.
Transparansi Anggaran: Angka Rp 6,7 miliar jadi pertanyaan besar. Ke mana saja larinya uang sebanyak itu kalau hasilnya seperti ini?
Netizen Makin Kritis: Jangan pernah remehkan kekuatan "investigasi" netizen. Mereka sekarang jauh lebih jeli dan kritis dalam menilai sebuah karya, apalagi yang menggunakan dana besar.
Kini, film yang tadinya diharapkan jadi tontonan kebanggaan di hari kemerdekaan, justru berbalik jadi simbol proyek "asal jadi" yang penuh dengan kejanggalan. Gimana menurutmu?
Tag
Terkini
- Tenteng Barang Ratusan Juta, Gaya 'Sweet Seventeen' Putri AHY Ini Bikin Netizen Auto Iri
- Kangkung Pinkan Mambo Dihargai Rp 150 Ribu, Rasanya 'Kayak Masakan Mama di Rumah Aja'
- Lisa Mariana Ngaku Terima Duit dari Ridwan Kamil Sejak 2021, KPK Selidiki Aliran Dana Korupsi BJB
- Duit Rp 1 Miliar vs Panggilan Haji, Paramitha Rusady Diuji Iman Tingkat Dewa Sesaat Sebelum Berangkat
- Drama Royalti Musik: Ariel Ngadu ke DPR, Dhani Balas Nyinyir di Instagram