Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:00 WIB

guideku.com - Jujur deh, pernah nggak sih kamu kepikiran, "Ini orang bisnis travel umrah kok kayaknya untungnya gede banget, ya? Emang boleh ya, agama dijadiin bisnis?" Pertanyaan "nakal" tapi super valid ini sering kali seliweran di kepala kita, apalagi di zaman sekarang di mana semua hal bisa jadi cuan.

Nah, ternyata, pertanyaan yang sama persis ini baru saja "ditembakkan" oleh Deddy Corbuzier kepada Ustaz Felix Siauw di podcast-nya. Dan jawaban dari Ustaz Felix? Super cerdas, simpel, dan dijamin bikin kamu yang selama ini ragu jadi manggut-manggut paham.

Pertanyaan 'Jebakan' dari Deddy Corbuzier

Seperti biasa, Deddy Corbuzier nggak pake basa-basi. Ia langsung menohok ke jantung perdebatan yang paling sensitif.

"Apakah agama itu boleh diperjualbelikan atau tidak? Quote on quote," tanya Deddy Corbuzier, Selasa (19/8/2025).

Sebuah pertanyaan "jebakan" yang mewakili keresahan banyak orang.

Jawaban 'Sat-set' Ustaz Felix: Pake Analogi Guru Ngaji

Menghadapi pertanyaan setajam itu, Ustaz Felix Siauw nggak kelihatan panik. Ia justru menjawabnya dengan sebuah analogi yang super gampang kita pahami: guru ngaji.

"Misalnya, Om Deddy misalnya mau buka misalnya pengajaran Quran. Terus saya mau belajar Quran lebih dalam lagi, saya manggil guru. Gurunya kan saya bayar nih," terang Ustaz Felix Siauw.

Ia kemudian melanjutkan skenarionya. "Guru-nya bilang, 'Om Deddy, per sesi misalnya 500 ribu ya'. Itu boleh, nggak ada masalah. Itu boleh banget," tegasnya.

Logikanya simpel. Yang dibayar itu bukan "ilmu agama"-nya, tapi jasa, waktu, dan keahlian si guru yang sudah ia habiskan bertahun-tahun untuk belajar. Sama halnya dengan bisnis travel umrah. Yang kita bayar adalah jasa mereka dalam mengurus tiket pesawat, visa, hotel, dan transportasi, yang membuat ibadah kita jadi lebih mudah.

'Beda Tipis tapi Penting Banget': Bisnis Sesuai Agama vs Menjual Agama

Nah, di sinilah Ustaz Felix Siauw memberikan garis pemisah yang super penting. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara "bisnis yang sesuai dengan kaidah agama" dengan "menjual agama".

Bisnis Sesuai Agama:

Ini adalah bisnis yang tujuannya memfasilitasi atau mempermudah orang untuk beribadah. Contohnya ya tadi, travel umrah yang jujur, percetakan Al-Quran, produsen mukena atau sarung, atau aplikasi belajar mengaji. Mereka mengambil keuntungan dari produk atau jasa yang mereka tawarkan, bukan dari "menjual" ayat atau ajaran.

Menjual Agama (Ini yang Gak Boleh!):

Kalau ini beda lagi. "Menjual agama" adalah saat seseorang mengeksploitasi atau memelintir ajaran agama demi keuntungan pribadi. Contohnya?

Dukun berkedok ustadz yang bilang kamu harus beli "air doa" seharga jutaan biar masalahmu selesai.
Penceramah yang sengaja memelintir ayat untuk menakut-nakuti jamaah agar mau ikut investasi bodong miliknya.

Travel umrah yang menipu jamaah dengan fasilitas abal-abal dan mengambil keuntungan yang tidak wajar.

Gengs, pelajaran dari obrolan ini dalem banget. Pada dasarnya, berbisnis dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama itu BOLEH, selama niatnya adalah untuk membantu dan mempermudah, bukan menipu dan mengeksploitasi.

Selama bisnis itu dijalankan dengan jujur, transparan, dan tidak melanggar aturan syariat, maka itu bukan cuma jadi ladang cuan, tapi juga bisa jadi ladang pahala. Cerdas, kan?

Jadi, lain kali kamu lihat ada bisnis travel umrah atau aplikasi belajar ngaji, nggak perlu langsung curiga. Justru, mereka bisa jadi pahlawan yang bikin perjalanan spiritual kita jadi lebih gampang.