Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Jum'at, 22 Agustus 2025 | 09:00 WIB

guideku.com - Drama persidangan Nikita Mirzani vs Reza Gladys kini memasuki babak paling seru: pembacaan transkrip chat pribadi! Jaksa Penuntut Umum (JPU) tanpa ampun membongkar isi percakapan WhatsApp antara Nikita Mirzani dan sahabatnya, dokter Oky Pratama.

Dan isinya? Benar-benar "daging" semua. Dari mulai ungkapan girang bisa lunasin KPR pakai duit Reza Gladys, sampai pengakuan nyelekit "aku kan mau duitnya aja". Tapi tentu saja, Nikita punya jurus ngeles andalannya.

'Deal 4 Liter, Akhirnya Bisa Bayar Sisa KPR!'

Ini adalah "bukti bom" pertama yang dilemparkan jaksa di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2025). JPU membacakan sebuah pesan dari Nikita Mirzani kepada Oky Pratama, sesaat setelah "kesepakatan" dengan pihak Reza Gladys tercapai.

"Deal 4 liter ya jadinya, Bems? Akhirnya aku bisa bayar sisa KPR-ku. Terima kasih jadinya Bems," demikian bunyi pesan Nikita yang dibacakan jaksa.

"4 liter" di sini diduga kuat adalah kode untuk Rp 4 miliar, nominal yang disebut jaksa sebagai hasil pemerasan terhadap Reza Gladys. Pesan ini sontak jadi bukti kuat bagi jaksa untuk menunjukkan bahwa Nikita secara langsung tahu dan menikmati hasil dari "kesepakatan" tersebut.

Saat dikonfirmasi, Nikita membantah. Menurutnya, uang itu adalah hasil tawaran kerja sama selama satu tahun, bukan pemerasan.

'Aku Kan Mau Duitnya Aja' - Saat Niat Asli Terbongkar?

"Bom" kedua yang dilempar jaksa adalah sebuah pesan singkat dari Nikita saat membahas rencana pertemuan dengan pihak Reza Gladys. Saat itu, dr. Oky menyarankan agar Nikita ikut dalam pertemuan tersebut. Jawaban Nikmir? Singkat, padat, dan super nyelekit.

"Aku kan mau duitnya aja," tulis Nikita dalam pesan yang dibacakan JPU.

Mendengar pesannya sendiri dibacakan, Nikita Mirzani langsung pasang "jurus ngeles". Menurutnya, pesan singkat di WhatsApp itu nggak bisa diartikan secara harfiah.

"Itu WhatsApp kan berupa ketikan, tidak tahu artinya bercanda, atau serius, atau bagaimana," jelasnya. "Jadi saat itu memang saya ya bercanda aja WhatsApp-an seperti itu," tambahnya.

'Duit Tutup Mulut Beda' - Saat Candaan Ditanggapi Serius

Masalahnya, "candaan" Nikita ini ditanggapi dengan sangat serius oleh dr. Oky Pratama. Dalam balasan chat-nya, Oky justru seolah membedah jenis-jenis "uang damai".

"Duit tutup mulut beda, duit buat nggak ganggu-ganggu ke depan beda karena kejar tahunan," balas dr. Oky dalam percakapan itu.

Mendapat balasan seperti itu, Nikita pun mengaku hanya bisa pasrah dan mengikuti alur yang dibuat Oky. "Ya udah, nurut aja," balas Nikita.

Jadi, Ini Candaan atau Beneran?

Drama "chat maut" ini benar-benar bikin kita semua jadi detektif dadakan. Di satu sisi, ada Nikita yang mengklaim semua itu cuma bercandaan antar teman.

Di sisi lain, ada jaksa yang melihat ini sebagai bukti kuat adanya niat dan persekongkolan untuk melakukan pemerasan.
Dan di tengah-tengahnya, ada dr. Oky Pratama yang balasannya justru bikin "candaan" itu jadi kelihatan super serius.

Kini, Nikita dan asistennya, Mail Syahputra, dijerat dengan pasal berlapis, dari mulai UU ITE, pemerasan, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman hukuman puluhan tahun penjara.

Jadi, menurutmu, apakah chat "aku kan mau duitnya aja" itu cuma bercandaan biasa? Atau ini adalah momen di mana niat yang sesungguhnya "bocor" tanpa sengaja?