guideku.com - Ada kabar yang dijamin bikin kita semua auto ngelus dada sambil istighfar. Sebuah video viral di TikTok menunjukkan pemandangan horor: kebakaran hebat melalap sebuah gedung asrama di Prefektur Shiga, Jepang. Apinya berkobar, mobil pemadam kebakaran sibuk, dan orang-orang berlarian bawa koper.
Tapi yang bikin berita ini makin nyesek dan malu-maluin? Penyebab kebakaran ini diduga kuat karena ulah satu oknum Pekerja Migran Indonesia (TKI) yang nekat masak mi instan jam 3 pagi dalam kondisi mabuk. Sebuah kelalaian fatal yang mencoreng nama baik seluruh bangsa.
Kronologi yang Bikin Geram: Mabuk, Lapar, Lupa Diri
Video ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok @asahisan22, yang mengaku pernah tinggal di asrama tersebut. Asrama yang terbakar itu disebut Senta, atau pusat penampungan bagi para pemagang (kenshusei) yang baru tiba di Jepang.
Baca Juga
"Senta tempat gua dulu kebakaran di Jepang ulah oknum TKI Indonesia yang gak disiplin," tulis akun tersebut, menumpahkan kekesalannya.
Meskipun belum ada konfirmasi resmi, informasi yang beredar liar di kolom komentar menyajikan sebuah kronologi yang bikin kita semua geleng-geleng kepala.
"Seorang pekerja memasak mi jam 3 malam, ditinggal ke toilet, orangnya mabuk," tulis seorang warganet yang mengaku tahu detail kejadiannya.
Kombinasi antara lapar tengah malam, kondisi mabuk, dan kelalaian meninggalkan kompor menyala inilah yang diduga menjadi pemicu kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh gedung.
'Karena Nila Setitik': Kemarahan Netizen +62
Nggak butuh waktu lama, video ini langsung memicu kemarahan dan kekecewaan luas, terutama dari sesama WNI yang bekerja atau tinggal di Jepang. Mereka merasa malu dan khawatir karena ulah satu orang ini bisa merusak reputasi ribuan pekerja lain yang sudah susah payah menjaga nama baik Indonesia.
Peribahasa "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" seolah dilupakan begitu saja. Kolom komentar pun penuh dengan luapan kekesalan.
"Kemaren kasus maling, sekarang kebakaran, next apa lagi hayo," sindir salah satu warganet, menyoroti rentetan kasus negatif yang melibatkan oknum dari Indonesia.
Komentar lain menyoroti pentingnya etika dan attitude. "Padahal kita orang Indonesia punya peribahasa 'Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Emang harusnya adain evaluasi attitude dan penghilangan kebiasaan buruk dulu kayaknya sebelum kirim anak bangsa ke negeri orang," tulis warganet lainnya.
Pelajaran Pahit yang Mahal Harganya
Gengs, kasus ini lebih dari sekadar berita kebakaran. Ini adalah cermin besar buat kita semua, terutama yang punya mimpi atau sedang berjuang bekerja di luar negeri.
Reputasi Bangsa Ada di Pundakmu: Saat kamu berada di negara lain, kamu bukan cuma bawa nama pribadimu. Kamu bawa bendera Merah Putih di belakangmu. Satu tindakan bodoh bisa merusak citra jutaan orang Indonesia lainnya.
Aturan Dibuat untuk Ditaati, Bukan Dilanggar: Aturan jam malam atau larangan memasak di jam tertentu itu dibuat bukan tanpa alasan. Itu dibuat untuk keselamatan bersama. Mengabaikannya bukan cuma menunjukkan arogansi, tapi juga membahayakan nyawa orang lain.
Hargai Kesempatan: Mendapatkan kesempatan bekerja di negara maju seperti Jepang itu butuh perjuangan. Jangan sia-siakan kepercayaan yang sudah diberikan oleh perusahaan dan pemerintah Jepang dengan tindakan-tindakan konyol yang merugikan semua pihak.
Semoga insiden ini jadi yang terakhir kalinya. Dan semoga ini jadi pelajaran yang sangat mahal bagi siapa pun yang berencana bekerja di negeri orang. Jaga nama baik dirimu, dan yang lebih penting, jaga nama baik Indonesia.
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya