Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Rabu, 16 Juli 2025 | 08:00 WIB

guideku.com - Drama korupsi di dunia pendidikan kembali meledak, dan kali ini skalanya raksasa! Proyek pengadaan laptop Chromebook di era Menteri Nadiem Makarim yang nilainya triliunan rupiah kini jadi 'sarang' korupsi. Kejaksaan Agung (Kejagung) nggak main-main, mereka langsung menetapkan empat orang sebagai tersangka!

Di tengah penetapan tersangka ini, sorotan utama justru tertuju pada Nadiem Makarim sendiri. Setelah diperiksa selama 9 jam, mantan bos Gojek ini memilih bungkam seribu bahasa di hadapan wartawan. Sikapnya yang misterius ini sontak bikin publik makin bertanya-tanya: ada apa sebenarnya dengan proyek ambisius ini?

Siapa Saja yang Jadi Tersangka?

Pada Selasa (15/7/2025) malam, Kejagung secara resmi mengumumkan empat tersangka baru dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 1,9 triliun ini. Dan nama-namanya bukan orang sembarangan.

Dua di antaranya adalah pejabat tinggi Kemendikbudristek:

  1. Sri Wahyuningsih: Direktur Sekolah Dasar (2020-2021)
  2. Mulyatsyah: Direktur SMP (2020)

Keduanya langsung ditahan. Tapi yang paling bikin geger adalah dua tersangka lainnya yang merupakan orang dekat Nadiem:

  1. Jurist Tan: Staf Khusus Mendikbudristek Bidang Pemerintahan era Nadiem. Saat ini disebut berada di luar negeri.
  2. Ibrahim Arief: Konsultan Perorangan Nadiem untuk proyek ini.

Momen Dramatis: Konsultan Nadiem Dijemput Paksa Saat Main Sama Anak

Penetapan Ibrahim Arief sebagai tersangka ini punya drama tersendiri. Beberapa jam sebelum pengumuman resmi, Ibrahim dijemput paksa oleh penyidik Kejagung. Menurut pengacaranya, ia dijemput saat lagi asyik main sama anaknya di rumah.

"Tadi dia lagi main sama anak," ujar pengacara Ibrahim. Momen penjemputan paksa ini terjadi saat Nadiem juga sedang menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejagung, menunjukkan betapa seriusnya Kejagung menggarap kasus ini.

Sikap Bungkam Nadiem Usai Diperiksa 9 Jam

Di hari yang sama, Nadiem Makarim akhirnya keluar dari Gedung Bundar Kejagung setelah diperiksa selama kurang lebih 9 jam. Ini adalah pemeriksaan keduanya sebagai saksi. Tapi, berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya di mana ia masih sempat memberikan janji akan kooperatif, kali ini Nadiem memilih bungkam.

"Saya baru saja selesai panggilan kedua saya. Dan saya ingin berterima kasih sebesar-besarnya kepada pihak kejaksaan karena memberikan saya kesempatan untuk memberikan keterangan terhadap kasus ini,” hanya itu yang dikatakan Nadiem.

Saat dihujani pertanyaan oleh wartawan soal materi pemeriksaan, Nadiem hanya tersenyum dan berkata, "Terima kasih sekali lagi untuk teman-teman media, izinkan saya kembali ke keluarga saya." Sikap irit bicaranya ini jelas memicu lebih banyak spekulasi.

Kenapa Proyek Chromebook Ini Jadi Masalah?

Kasus ini bermula dari proyek pengadaan peralatan TIK senilai total Rp9,9 triliun. Salah satu alat utamanya adalah laptop berbasis Chromebook.

Masalahnya, laptop jenis ini dinilai tidak efektif untuk kondisi Indonesia yang jaringan internetnya belum merata, karena Chromebook hanya bisa optimal jika terhubung ke internet. Meskipun sudah ada kritik sejak era menteri sebelumnya, proyek ini tetap dilanjutkan di era Nadiem.

Kejagung mencium adanya "pemufakatan jahat" dalam proses pengadaan ini. Sementara Nadiem dulu pernah membela proyek ini dengan alasan Chromebook lebih aman dan harganya 10-30% lebih murah, kini pembelaan itu seolah dimentahkan dengan penetapan tersangka dari lingkaran dekatnya sendiri.

Kasus ini masih akan terus bergulir. Apakah akan ada tersangka baru? Dan apa sebenarnya peran Nadiem dalam proyek raksasa ini? Kita tunggu saja episode selanjutnya dari drama yang mempertaruhkan nasib pendidikan digital di Indonesia ini.