guideku.com - Nama Nadiem Makarim kembali jadi sorotan publik. Setelah lengser dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem kini harus berurusan dengan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Pemeriksaan ini bikin rekam jejak Nadiem selama jadi menteri kembali diungkit. Apalagi, sejak awal menjabat, ia memang dikenal dengan sejumlah kebijakan kontroversial yang bikin pro-kontra di kalangan masyarakat, akademisi, sampai praktisi pendidikan.
Nah, biar nggak lupa, ini dia 4 kontroversi Nadiem Makarim yang sempat bikin heboh saat masih menjabat sebagai Mendikbudristek:
1. Wacana Penghapusan Jurusan IPA dan IPS
Baca Juga
Nadiem sempat bikin geger publik waktu mewacanakan penghapusan jurusan IPA dan IPS di tingkat SMA. Alasannya, sistem penjurusan ini dianggap nggak selaras dengan konsep Kurikulum Merdeka yang menekankan kebebasan siswa memilih pelajaran sesuai minatnya.
Tapi ya namanya juga Indonesia, wacana ini langsung disambut pro-kontra. Banyak pihak yang khawatir siswa jadi bingung tanpa arah sejak dini, sementara sistem pendidikan dan dunia kerja masih menganut spesialisasi bidang.
2. Penghilangan Skripsi sebagai Syarat Kelulusan
Ini sih salah satu kebijakan yang sempat bikin mahasiswa girang: penghapusan skripsi sebagai syarat kelulusan. Nadiem menerbitkan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 yang membolehkan tugas akhir mahasiswa dalam berbagai bentuk, nggak melulu skripsi, tesis, atau disertasi.
Konsepnya memang terdengar progresif karena dianggap lebih relevan dengan kebutuhan industri. Tapi di sisi lain, banyak akademisi yang skeptis dan khawatir kualitas lulusan malah jadi nggak standar.
3. Wacana Penghapusan Pendidikan Pancasila
Kontroversi lain yang nggak kalah ramai adalah wacana penghapusan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dari kurikulum. Nggak heran kalau publik langsung bereaksi keras, karena Pancasila dianggap pilar penting dalam menjaga nilai kebangsaan dan toleransi.
Setelah gelombang kritik berdatangan, akhirnya wacana ini nggak jadi direalisasikan. Tapi citra Nadiem sebagai menteri penuh gebrakan dan kontroversi keburu melekat.
Kejagung Tetapkan Tersangka Kasus Chromebook
Pada Selasa (15/7/2025) malam, Kejagung secara resmi mengumumkan empat tersangka baru dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 1,9 triliun ini. Dan nama-namanya bukan orang sembarangan.
Dua di antaranya adalah pejabat tinggi Kemendikbudristek:
- Sri Wahyuningsih: Direktur Sekolah Dasar (2020-2021)
- Mulyatsyah: Direktur SMP (2020)
Keduanya langsung ditahan. Tapi yang paling bikin geger adalah dua tersangka lainnya yang merupakan orang dekat Nadiem:
- Jurist Tan: Staf Khusus Mendikbudristek Bidang Pemerintahan era Nadiem. Saat ini disebut berada di luar negeri.
- Ibrahim Arief: Konsultan Perorangan Nadiem untuk proyek ini.
Di hari yang sama, Nadiem Makarim akhirnya keluar dari Gedung Bundar Kejagung setelah diperiksa selama kurang lebih 9 jam. Ini adalah pemeriksaan keduanya sebagai saksi. Tapi, berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya di mana ia masih sempat memberikan janji akan kooperatif, kali ini Nadiem memilih bungkam.
"Saya baru saja selesai panggilan kedua saya. Dan saya ingin berterima kasih sebesar-besarnya kepada pihak kejaksaan karena memberikan saya kesempatan untuk memberikan keterangan terhadap kasus ini,” hanya itu yang dikatakan Nadiem.
Saat dihujani pertanyaan oleh wartawan soal materi pemeriksaan, Nadiem hanya tersenyum dan berkata, "Terima kasih sekali lagi untuk teman-teman media, izinkan saya kembali ke keluarga saya." Sikap irit bicaranya ini jelas memicu lebih banyak spekulasi.
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya