Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Minggu, 20 Juli 2025 | 15:15 WIB

guideku.com - Kalau ngomongin dunia penerbangan, nama Boeing pasti udah nggak asing lagi. Perusahaan asal Amerika Serikat ini udah jadi salah satu raksasa industri pesawat sejak lama.

Tapi, di balik gemerlap prestasinya, Boeing juga punya sisi gelap yang nggak bisa diabaikan. Apalagi sekarang makin ramai dibahas karena deal besar antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden AS, Donald Trump.

Nah, yuk kita bahas tuntas soal kelebihan, kekurangan, kasus dan kesepakatan antara Prabowo dan Trump!

Kelebihan Boeing

Boeing dikenal sebagai pionir dalam teknologi penerbangan. Desain dan teknologi pesawatnya selalu up-to-date, bikin banyak maskapai di dunia jadi pelanggan setia.

Portofolio produknya juga lengkap banget, dari pesawat komersial, militer, sampe luar angkasa. Selain itu, Boeing punya jaringan purna jual yang luas dan kapasitas produksi yang besar. Jadi nggak heran kalau brand ini masih jadi andalan, meskipun sempat diterpa badai.

Kekurangan Boeing

Sayangnya, Boeing juga punya banyak PR. Yang paling terkenal tentu aja kasus Boeing 737 MAX yang jatuh di Indonesia dan Ethiopia tahun 2018-2019. Dua insiden fatal itu bikin publik mempertanyakan kualitas dan keselamatan pesawat mereka.

Belum lagi insiden lepasnya pintu pesawat MAX 9 awal 2024, roda lepas, dan masalah rantai pasokan. Nggak cuma merusak citra, tapi juga bikin Boeing rugi miliaran dolar dan digugat secara hukum.

Kasus 737 MAX jadi pukulan telak buat Boeing. Pesawat ini sempat dilarang terbang di seluruh dunia. Lalu Januari 2024, pesawat MAX 9 milik Alaska Airlines ngalamin insiden horor: pintu pesawat lepas di udara! Selain itu, masalah keterlambatan produksi dan rantai pasokan bikin banyak pesanan telat dikirim. Reputasi Boeing pun makin goyah.

Deal Prabowo-Trump: Beli 50 Unit Boeing vs full akses ke Indonesia

Nah, di tengah kontroversi ini, datanglah kabar besar dari Presiden Prabowo. Indonesia bakal beli 50 unit Boeing 777! Alasannya? Untuk membesarkan Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional kebanggaan. Pesawat baru ini diharapkan bisa mengangkat lagi performa Garuda.

Tapi bukan cuma soal pembelian pesawat, deal ini juga erat kaitannya sama diplomasi dagang. Prabowo berhasil negosiasi dengan Trump buat nurunin tarif impor produk Indonesia dari 32% jadi 19%. Sebagai gantinya, Indonesia janji buka akses luas buat produk AS, termasuk beli energi senilai USD 15 miliar dan produk pertanian senilai USD 4,5 miliar.

Spesifikasi Boeing 777

Boeing 777 punya reputasi sebagai salah satu pesawat berbadan lebar paling sukses di dunia. Model seperti 777-300ER dan 777-200LR punya jangkauan lebih dari 13.000 km, kapasitas penumpang hingga 392 orang, dan efisiensi bahan bakar yang tinggi.

Harganya? Udah pasti nggak murah, dong. Boeing 777-300 baru dibanderol sekitar USD 375 juta alias Rp 6 triliun. Tapi katanya sih sepadan sama performanya.

Akhir kata, Boeing memang punya segudang kelebihan, tapi kasus-kasus yang menimpanya juga nggak bisa disepelekan. Dengan pembelian besar-besaran dari Indonesia, kita berharap Boeing bisa bangkit dan kembali jadi simbol kualitas. Dan semoga aja, Garuda Indonesia beneran bisa terbang tinggi lagi dengan armada barunya.

Gimana menurutmu hasil dari kesepakatan dua presiden ini?