Minggu, 16 Agustus 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 22 Juli 2025 | 16:10 WIB

guideku.com - Jagat politik Indonesia lagi-lagi rame, dan kali ini pemicunya adalah pernyataan pedas dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah pidato, ia secara blak-blakan menuding kalau demo dengan tagar #IndonesiaGelap dan #KaburAjaDulu itu didanai oleh para koruptor.

Sontak, pernyataan ini bikin nama Prabowo langsung jadi trending topic di X (dulu Twitter). Tapi, bukan cuma karena tudingannya.

Justru, netizen yang maha jeli dan punya arsip tak terbatas berhasil "menyekakmat" Prabowo dengan membongkar jejak digitalnya sendiri dari masa lalu.

Jejak Digital Prabowo Mau Pimpin Demo?

Di tengah semua perdebatan soal tudingan Prabowo, muncul sebuah "kartu truf" dari netizen: sebuah cuitan lawas dari akun X Prabowo yang diunggah pada 20 Februari 2013. Isinya? Bikin kita semua auto garuk-garuk kepala.

"Kalau mereka tidak mau turun, saya yang akan menjadi orang yang memimpin demo agar mereka turun dan diadili," begitu bunyi cuitan lawas Prabowo.

Cuitan yang diunggah ulang oleh akun @Piyusaja ini langsung jadi senjata makan tuan. Netizen ramai-ramai menyindir Prabowo seolah sedang membuka "aib"-nya sendiri. Dulu mengancam mau pimpin demo, sekarang menuding demo didanai koruptor.

Gimana Reaksi Netizen?

Serangan balik dari netizen pun nggak pake rem. Kolom komentar langsung banjir dengan sindiran-sindiran pedas.

"Wowo waktu masih nyari kerjaan," sindir salah satu netizen, merujuk pada masa saat Prabowo masih menjadi oposisi.

"Lupa dia..dasar omon omon," cibir yang lain, menggunakan istilah populer yang pernah viral.

"Maklum, sudah tua, daya ingatnya berbeda," celetuk akun lainnya.

Bahkan, ada yang saking geramnya sampai mengungkit lagi ucapan lawas Prabowo yang sempat meramal Indonesia akan bubar pada 2030.

"Mungkin 1 omongan dari dia yang benar adalah bahwa Indonesia tahun 2030 akan bubar, dan terbukti sekarang sedang menuju ke arah itu, akibat omongannya sendiri yang buat hati rakyat tambah kesal dan jengkel," tulis seorang netizen.

Apa Sih Konteks Omongan Prabowo?

Biar adil, kita juga perlu tahu konteks lengkap dari omongan Prabowo yang bikin heboh ini. Pernyataan itu ia sampaikan saat berpidato di Kongres PSI 2025 di Solo, Minggu (20/7) malam.

"Indonesia gelap, kabur aja deh. Yo kabur aja loh, emang gampang di situ, di luar negeri [...] dan ternyata memang ini adalah rekayasa ini dibuat-buat. Ini dibayar oleh siapa? Oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, Indonesia selalu miskin, ya koruptor koruptor itu yang biayai demo-demo itu," kata Prabowo.

Dalam pidato yang sama, ia juga mengklaim kalau masa depan Indonesia sangat cerah, berbanding terbalik dengan narasi #IndonesiaGelap.

"Indonesia gelap, Indonesia gelap, sorry ye, Indonesia cerah, masa depan Indonesia cerah. Saya sudah lihat angka-angkanya," ujarnya.

Jejak Digital Itu Abadi, Jenderal!

Terlepas dari siapa yang benar dan salah, drama ini jadi pelajaran mahal buat kita semua, terutama buat para politisi. Di era digital, semua yang pernah kita tulis atau ucapkan itu tersimpan abadi dan bisa muncul kembali kapan saja.

Apa yang hari ini kita anggap sebagai sebuah perjuangan, di masa depan bisa jadi dianggap sebagai sebuah inkonsistensi. Jadi, pelajaran hari ini, Gengs: hati-hati kalau ngetwit atau bikin status. Karena 12 tahun kemudian, bisa jadi itu bumerang yang balik nyerang kamu sendiri, nggak peduli kamu rakyat biasa atau seorang presiden sekalipun.