Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 22 Juli 2025 | 20:00 WIB

guideku.com - Di saat banyak dari kita menganggap "kawin lari" adalah puncak dari sebuah kisah cinta romantis melawan restu, sebuah video mengerikan dari Pakistan menampar kita dengan realita yang brutal.

Sebuah video yang kini viral di media sosial merekam detik-detik eksekusi keji terhadap sepasang kekasih. Dosa mereka? Hanya satu: menikah tanpa restu keluarga.

Peristiwa yang terjadi di Provinsi Balochistan ini bukan sekadar berita kriminal biasa. Ini adalah potret kelam dari praktik biadab bernama honor killing atau "pembunuhan demi kehormatan", di mana nyawa manusia, terutama perempuan, dianggap lebih rendah dari harga diri keluarga.

Bagaimana Kejadiannya?

Video yang menyebar di media sosial ini benar-benar bikin hati nyesek dan nggak habis pikir. Di dalamnya, terekam sebuah momen yang seharusnya tidak pernah disaksikan oleh siapa pun.

Seorang wanita terlihat menyerahkan salinan Al-Quran kepada seorang pria, lalu dengan suara yang terdengar pasrah namun tegas, ia berkata, "Mari berjalan tujuh langkah bersamaku, setelah itu kamu boleh menembakku."

Sang pria menuruti permintaan itu. Setelah tujuh langkah, wanita itu kembali menegaskan, "Kamu hanya diizinkan menembakku. Tidak lebih dari itu,".

Beberapa detik kemudian, tiga letusan senjata terdengar, dan ia pun roboh ke tanah.

Video itu juga memperlihatkan jasad seorang pria lain yang sudah berlumuran darah di lokasi yang sama. Adegan brutal ini ditutup dengan beberapa pria lain yang tanpa ampun terus menembaki kedua tubuh yang sudah tak bernyawa itu.

Siapa yang Tega Melakukan Ini?

Ternyata, ini bukan pembunuhan acak. Eksekusi ini disebut-sebut dilakukan atas perintah dewan suku setempat.

Di wilayah-wilayah terpencil Pakistan, dewan informal seperti ini masih punya kekuasaan yang sangat kuat, bahkan sering kali melampaui hukum negara.

Bagi mereka, pasangan yang kawin lari dianggap telah "mencemari" nama baik dan kehormatan keluarga. Satu-satunya cara untuk "membersihkan" aib itu adalah dengan melenyapkan nyawa mereka. Sebuah logika bengis yang sama sekali tidak bisa diterima akal sehat.

Kenapa Bisa Sampai Ditembak karena Cinta?

Yang bikin lebih miris, kasus seperti ini bukanlah hal langka. Menurut laporan Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan, diperkirakan ada sekitar 1.000 perempuan dibunuh setiap tahunnya dalam praktik honor killing. Pelakunya? Sering kali adalah ayah, saudara laki-laki, atau kerabat dekat korban sendiri.

Meskipun pada tahun 2016 Pakistan sudah mengubah hukumnya untuk menutup celah yang memungkinkan pelaku dimaafkan oleh keluarga korban, praktik biadab ini tetap marak terjadi.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Gengs, kisah tragis ini mungkin terjadi ribuan kilometer dari sini, tapi pelajarannya sangat universal. Ini adalah pengingat keras tentang betapa berbahayanya budaya patriarki yang toksik, di mana "kehormatan" seorang pria atau keluarga diletakkan pada tubuh dan pilihan hidup seorang perempuan.

Ini juga jadi cermin buat kita untuk tidak pernah menganggap remeh kebebasan yang kita miliki. Di saat kita bisa bebas memilih pasangan (meskipun kadang masih harus berjuang melawan restu), di belahan dunia lain, pilihan yang sama bisa dibayar dengan nyawa.

Kini, satu tersangka sudah ditangkap berdasarkan Undang-Undang Anti-Terorisme. Tapi perjuangan untuk menghapus praktik honor killing ini masih sangat panjang. Semoga tidak ada lagi cinta yang harus berakhir di ujung laras senjata.