Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 29 Juli 2025 | 07:15 WIB

guideku.com - Senin (28/7/2025) malam kemarin jadi malam yang kelam buat para pedagang di Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan. Api mengamuk hebat, mengubah sekitar 500 kios yang jadi sumber pencaharian mereka menjadi abu dalam sekejap.

Tapi di tengah semua kepanikan dan kerugian itu, ada sebuah drama "sampingan" yang nggak kalah menegangkan: empat orang tahanan Polsek Kebayoran Baru terpaksa ikut "mengungsi"!

Api Mengamuk, Tahanan Dievakuasi

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ini skalanya benar-benar masif. Api dengan cepat melahap pasar seluas 2.000 meter persegi itu. Sebanyak 35 unit mobil pemadam dengan 118 personel dikerahkan untuk berjibaku melawan si jago merah.

Nah, lokasi Polsek Kebayoran Baru yang nempel banget sama pasar membuat pihak kepolisian harus mengambil langkah darurat. Demi keamanan, empat orang yang sedang ditahan di sel polsek terpaksa dievakuasi dan dipindahkan sementara ke Polres Metro Jakarta Selatan. Kebayang nggak sih, lagi di dalam sel, tiba-tiba di luar ada kebakaran hebat?

Kabar Baik di Tengah Bencana: Tidak Ada Korban Jiwa

Di tengah semua kekacauan dan kerugian materi yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, membawa satu kabar yang paling melegakan.

"Alhamdulillah, informasi sampai dengan saat ini tidak ada korban jiwa," kata Bayu Meghantara kepada wartawan. Kabar ini setidaknya menjadi sedikit penyejuk di tengah musibah yang begitu besar.

'Ini Kebakaran Ketiga, yang Paling Parah!'

Ternyata, bagi para pedagang lama, tragedi ini seolah jadi deja vu yang menyakitkan. Menurut pengakuan Ika, seorang pedagang minuman yang sudah berjualan di sana sejak tahun 1990-an, ini adalah kebakaran ketiga yang melanda Pasar Taman Puring.

"Katanya sih denger-denger tiga kali. Ini lebih gede dan parah," kata Ika. Ia mengenang insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2002 dan 2005.

Fakta ini jelas memicu pertanyaan besar. Kenapa pasar yang sama bisa terbakar berulang kali? Apakah ada masalah dengan sistem kelistrikan atau keamanan di sana yang tak kunjung dibenahi?

Dari Mana Asal Apinya?

Menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, titik awal api diduga berasal dari sebuah kios yang berada di tengah pasar. Kios tersebut sudah tutup sejak pukul 17.00 WIB.

Salah satu pemilik toko lain melihat asap mengepul dari kios itu sebelum api akhirnya membesar dan menyebar dengan cepat. Barang-barang yang dijual di sana, seperti pakaian, sepatu, dan tas, yang sifatnya mudah terbakar, membuat api jadi makin sulit dikendalikan.

Pelajaran dari Puing-puing Taman Puring

Kini, api memang sudah berhasil dipadamkan. Tapi yang tersisa adalah puing-puing, kerugian, dan pertanyaan besar. Tragedi di Pasar Taman Puring ini jadi pengingat keras bahwa musibah bisa datang kapan saja.

Ini juga jadi PR besar buat pemerintah. Kenapa pasar tradisional yang jadi jantung ekonomi rakyat kecil sering kali jadi langganan kebakaran? Apakah standar keamanannya sudah cukup?

Semoga para pedagang yang jadi korban bisa segera bangkit, dan semoga tidak ada lagi "kebakaran ketiga, keempat, dan kelima" di masa depan.