Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Jum'at, 01 Agustus 2025 | 07:41 WIB

guideku.com - Siap-siap buat menyaksikan salah satu plot twist politik paling gila dalam sejarah modern Indonesia. Di saat kita semua masih mikir kalau drama pasca-pilpres bakal terus berlanjut, Presiden Prabowo Subianto justru melakukan "langkah tingkat dewa" yang nggak pernah ada di prediksi siapa pun.

Secara mengejutkan, Prabowo meminta dan berhasil mendapatkan persetujuan DPR RI untuk membebaskan dua tokoh yang selama ini berada di kubu berseberangan dengannya: mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto!

Langkah ini sontak mengguncang panggung politik. Apakah ini sinyal bahwa "perang" antara kubu-kubu politik kini resmi berakhir?

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Pada Kamis malam (31/7/2025), pimpinan DPR dan pemerintah menggelar rapat konsultasi tertutup. Hasilnya? Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, keluar dan memberikan pengumuman yang bikin semua orang kaget.

DPR RI secara resmi memberikan persetujuan atas permintaan Presiden Prabowo untuk memberikan abolisi kepada Tom Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto.

Bedanya Apa Sih? Abolisi vs Amnesti

Mungkin kamu bingung, apa sih bedanya abolisi sama amnesti? Tenang, kita bedah dengan bahasa yang gampang.

Abolisi untuk Tom Lembong: Menekan Tombol 'Delete Forever'

Abolisi yang diberikan kepada Tom Lembong ini levelnya dewa banget. Menkumham Supratman Andi Agtas menjelaskan, abolisi berarti seluruh proses hukumnya dihentikan total. Statusnya yang sebelumnya divonis 4,5 tahun penjara itu kini dianggap tidak pernah ada. Kasusnya dihapus bersih dari catatan hukum.

Amnesti untuk Hasto Kristiyanto: 'Pemutihan' Massal

Kalau abolisi itu "dihapus", amnesti yang diberikan kepada Hasto ini lebih kayak "dimaafkan" atau pengampunan umum. Dan yang lebih mengejutkan, ternyata Hasto nggak sendirian! Amnesti ini diberikan secara massal kepada 1.116 orang lainnya, meskipun nama Hasto yang paling jadi sorotan.

Terus, Maksudnya Apa?

Nah, ini bagian paling pentingnya. Jadi, kenapa Prabowo repot-repot "nyelametin" orang-orang yang dulu paling kenceng "nyerang" dia? Banyak pengamat melihat ini sebagai sebuah langkah rekonsiliasi nasional yang sangat besar.

  • Tom Lembong: Selama masa kampanye, ia adalah salah satu kritikus paling vokal terhadap Prabowo, bahkan istilah "omon-omon" pun lahir dari interaksinya.
  • Hasto Kristiyanto: Sebagai Sekjen PDIP, ia adalah motor utama dari kubu lawan politik Prabowo.

Dengan membebaskan keduanya dari jerat hukum, Prabowo seolah mengirimkan "kode keras" ke seluruh elite politik dan masyarakat: "Sudah, perang politiknya selesai. Saatnya kita bersatu dan kerja bareng."

Langkah ini menunjukkan bahwa Prabowo ingin memulai pemerintahannya dengan "lembaran baru", merangkul semua pihak, bahkan lawan politiknya yang paling sengit sekalipun.

Ini adalah sebuah babak baru dalam politik Indonesia yang nggak pernah kita duga sebelumnya. Di saat banyak negara lain justru makin terpecah belah setelah pemilu, kita justru disuguhkan sebuah drama rekonsiliasi yang epik.

Gimana menurutmu, Gengs? Apakah cara ini bakal bikin politik kita ke depan jadi lebih adem?