guideku.com - Drama bendera bajak laut Topi Jerami jelang HUT RI ke-80 kini memasuki babak paling absurd. Setelah fenomena ini viral, pemerintah mulai merespons dengan serius.
Nggak main-main, Menkopolkam Budi Gunawan sampai mengancam akan mempidanakan siapa pun yang mengibarkan bendera One Piece karena dianggap sebagai upaya "memecah belah bangsa".
Tapi, di saat pemerintah lagi pasang mode "galak", para detektif netizen justru mengeluarkan "kartu truf" paling mematikan. Mereka ramai-ramai memposting ulang foto-foto Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang dengan bangganya memakai pin Jolly Roger One Piece. Sontak, ancaman pemerintah jadi kelihatan konyol.
Netizen Laporkan Gibran ke Menkopolhukam?
Saat Menkopolkam Budi Gunawan menegaskan bahwa aksi pengibaran bendera ini bisa kena konsekuensi pidana, netizen seolah nggak gentar. Mereka justru balik "menyerang" dengan logika sederhana yang super nyelekit.
Foto-foto Gibran saat debat Cawapres pada 21 Januari 2024, di mana ia dengan jelas memakai pin tengkorak bertopi jerami di dadanya, kembali berseliweran di media sosial.
"Halo Bapak Menkopolhukam Budi Gunawan [...] masih ingat Saat debat Pilpres yg Lalu Kalau @gibran_tweet pakai Logo One Piece, jadi Tolong Jangan Terus Rakyat di Kejar-kejar," tulis salah satu akun di X (dulu Twitter).
"Gibran aja pakai pin one piece dan ga dibilang makar," sindir yang lain.
"Sebagai Wakil Presiden lihatlah apa yang sudah di lakukan @gibran_tweet [...] Jika ada yg di kriminalisasi karena Hal ini dia lah orang pertama, bukan rakyat biasa," timpal netizen lainnya, menuntut konsistensi.
Kenapa Bendera Ini Jadi 'Musuh' Pemerintah?
Biar nggak gagal paham, kita perlu tahu dulu kenapa sih pemerintah sampai seserius ini?
Jadi, dalam dunia One Piece, bendera Jolly Roger itu adalah simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang korup dan absolut. Mengibarkan bendera ini seolah-olah menyatakan diri hidup di luar hukum pemerintah.
Nah, makna inilah yang disinyalir diadopsi oleh sebagian masyarakat yang merasa kecewa dengan kondisi negara saat ini. Pemerintah pun melihat ini sebagai bentuk provokasi.
Flashback Momen Gibran Pakai Pin One Piece
Momen Gibran pakai pin ini sebenarnya sudah pernah heboh dulu. Tepatnya saat ia akan berangkat debat Cawapres. Pin tengkorak bertopi jerami itu terpampang jelas di dada kirinya. Saat itu, banyak yang menganggapnya sebagai cara Gibran untuk menarik simpati pemilih muda dan para wibu.
Tapi siapa sangka, "strategi"-nya di masa lalu itu kini justru jadi senjata makan tuan. Aksi yang dulu dianggap keren, sekarang justru jadi "pembenaran" bagi rakyat untuk melakukan hal yang sama, dan jadi "skakmat" yang membungkam ancaman dari pemerintah.
Jadi, Ini Sebenarnya Apa? Ancaman atau Cuma Meme?
Drama ini benar-benar menunjukkan betapa rumitnya komunikasi di era digital. Di satu sisi, ada pemerintah yang melihat simbol ini sebagai ancaman serius terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.
Di sisi lain, ada netizen yang melihat respons pemerintah ini sebagai sesuatu yang berlebihan dan hipokrit, apalagi Wapresnya sendiri pernah memakainya.
Kasus ini bukan lagi sekadar soal bendera dari anime Jepang. Ini adalah pertarungan narasi tentang kebebasan berekspresi, konsistensi para pemimpin, dan bagaimana sebuah meme bisa tiba-tiba dianggap sebagai "ancaman keamanan nasional".
Jadi, menurutmu, apakah Gibran juga termasuk "pemecah belah bangsa" karena pernah pakai pin One Piece?
Tag
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya