Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Selasa, 05 Agustus 2025 | 07:00 WIB

guideku.com - Ada sebuah kisah dari Lumajang, Jawa Timur, yang jadi pengingat paling kelam bahwa "hiburan" yang kebablasan bisa berubah menjadi petaka dalam sekejap. Sebuah pesta rakyat yang dimeriahkan oleh parade sound horeg berakhir dengan duka mendalam setelah seorang penonton wanita bernama Anik Mutmainah (38) meninggal dunia secara mendadak.

Momen paling nyeseknya? Beberapa saat sebelum pingsan, Anik masih terlihat asyik mengabadikan momen truk-truk "monster audio" itu dengan kamera ponselnya.

Kronologi Maut di Tengah Pesta Rakyat

Kisah tragis ini terjadi saat karnaval selamatan desa di Desa Selok Awar-awar. Menurut kesaksian suaminya, Anik datang dalam kondisi sehat walafiat dan sangat menikmati kemeriahan acara.

Ia, seperti banyak penonton lainnya, mengeluarkan ponselnya untuk merekam tumpukan pengeras suara raksasa yang melintas.

Tapi, di tengah dentuman bass yang menggelegar dan mengguncang tanah, Anik tiba-tiba jatuh pingsan. Suasana yang tadinya penuh sorak-sorai langsung berubah menjadi panik.

Video kematian Anik yang tragis ini sontak meledak di media sosial. Kolom komentar pun dibanjiri dengan spekulasi dan kemarahan. Banyak yang menduga kematiannya dipicu langsung oleh getaran dan suara ekstrem dari sound horeg.

"Lebih ke jantung si ini karna nggak kuat dengan getaran karena suara bising pasti menimbulkan getaran," tulis seorang warganet.

"Bisa jadi serangan jantung mendadak bisa jadi karena sound terlalu keras irama jantung tidak stabil," sambung yang lain.

Tapi kemarahan terbesar netizen justru ditujukan kepada para pejabat setempat yang dianggap terus-menerus "membiarkan" tradisi berbahaya ini.

"Nggak sekali dua kali. Kepala daerah kapan sadar nunggu ada saudaranya wafat dulu?" sentil warganet lainnya.

"Polisi, RT, RW, kades, bupati, gubernur apa nggak pernah buka medsos ya? Nggak tahu ini masalah, kenapa diam aja terus sound sound itu udah mengganggu," timpal yang lain.

Jadi, Apa Sih 'Monster Audio' Bernama Sound Horeg Ini?

Buat yang mungkin belum tahu, fenomena sound horeg ini bukan cuma soal musik keras. Ini adalah parade atau kompetisi adu kekuatan sistem suara yang diangkut pakai truk.

Tujuan utamanya bukan cuma biar lagunya kedengeran, tapi untuk menghasilkan getaran bass berfrekuensi super rendah yang mampu mengguncang tanah dan bisa kamu rasakan getarannya sampai ke dada.

Dihiasi lampu warna-warni yang meriah, parade ini memang jadi daya tarik besar di banyak wilayah Jawa Timur. Tapi di balik kemeriahannya, bahayanya nyata.

Pelajaran Pahit dari Lumajang: Di Mana Batas Antara Hiburan dan Bahaya?

Kasus Anik Mutmainah ini (dan kasus-kasus sebelumnya seperti genteng rontok hingga pengeroyokan) jadi tamparan super keras. Ini bukan lagi soal "tradisi" atau "hiburan rakyat". Ini sudah menyangkut keselamatan nyawa.

Meskipun pihak rumah sakit belum bisa memastikan penyebab kematian Anik secara medis, kejadian ini seharusnya sudah lebih dari cukup untuk menjadi alarm bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah.

Pertanyaan besarnya sekarang bukan lagi "seru atau tidak?", tapi "aman atau tidak?". Di mana seharusnya batas antara ekspresi kreativitas dan keselamatan publik? Jangan sampai harus ada Anik-Anik lainnya yang menjadi korban hanya demi sebuah "hiburan" yang kebablasan.