guideku.com - Suasana di Pati, Jawa Tengah, lagi super panas, dan kali ini bukan karena cuaca. Kericuhan pecah di depan kantor bupati setelah Satpol PP angkut paksa donasi air mineral milik warga yang mau demo. Aksi ini seolah jadi "bensin" yang menyiram api kemarahan warga yang sudah membara.
Pemicu utamanya? Kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara gila-gilaan: 250 persen! Dan bukannya coba nenangin warganya, sang bupati justru terekam dalam video dengan nada yang terkesan "nantangin".
Drama Air Mineral dan 'Perang' Lawan Satpol PP
Semua ini bermula saat Aliansi Masyarakat Pati Bersatu ngumpulin donasi air mineral. Ini adalah persiapan logistik buat demo besar-besaran yang rencananya bakal digelar pada 13 Agustus 2025 mendatang.
Tapi, aksi solidaritas ini justru direspons dengan represif. Petugas Satpol PP datang dan mengangkut paksa kardus-kardus air mineral itu ke atas truk. Sontak, warga yang ada di lokasi langsung ngamuk. Adu mulut dan aksi saling dorong pun tak terhindarkan.
Pihak Pemkab berdalih, penertiban ini dilakukan karena area itu mau dipakai buat acara Hari Jadi Kabupaten.
"Bukan melarang demo, tapi demi keteraturan tempat dan waktu,” ujar Plt Sekda Riyoso. Tapi bagi warga, ini jelas-jelas bentuk intimidasi.
Biang Kerok Kemarahan: Pajak Naik 250% Tanpa 'Permisi'
Kenapa sih warga sampai semarah ini? Bayangin aja, Gengs. Tiba-tiba, tanpa sosialisasi yang jelas, tagihan PBB rumahmu naik 2,5 kali lipat! Kebijakan Bupati Sudewo inilah yang jadi biang kerok utamanya.
Pemkab beralasan, kenaikan ini perlu buat nambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk bangun jalan dan rumah sakit. Sudewo juga bilang kalau PBB di Pati itu udah 14 tahun nggak pernah naik.
"Telah disepakati bersama bahwa kesepakatannya itu sebesar ±250%," ujar Sudewo.
'Nantangin' 50.000 Warga, Videonya Viral!
Masalahnya bukan cuma soal kenaikan pajak. Sikap Bupati Sudewo yang dianggap arogan justru jadi pemicu kemarahan yang lebih besar. Sebuah video pernyataannya viral di media sosial, di mana ia terkesan menantang rencana demo warga.
"Bupati Pati [...] menantang 50.000 demonstran videonya viral di media sosial, menunjukkan ketegasannya untuk tidak mengubah keputusan meskipun ada penolakan," tulis akun @andreli_48.
Sikap "nantangin" inilah yang bikin warga makin solid. Gerakan Pati Bersatu kini sudah resmi melayangkan surat izin untuk menggelar aksi dengan target 50.000 massa!
Dari Posko Aduan Sampai Bendera 'One Piece'
Perlawanan warga nggak cuma berhenti di rencana demo. Berbagai gerakan kreatif pun muncul. Ikatan Alumni PMII Pati membuka posko aduan, dan yang paling "Gen Z banget", warga mulai mengibarkan bendera "One Piece" sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap "penguasa".
Kasus di Pati ini jadi cermin besar. Ini bukan lagi sekadar soal pajak. Ini soal bagaimana seorang pemimpin berkomunikasi dengan warganya. Saat kebijakan yang memberatkan dibalas dengan sikap yang arogan, jangan kaget kalau rakyat akhirnya memilih untuk "turun ke jalan".
Kita tunggu saja, apakah 13 Agustus nanti Pati benar-benar akan "bergoyang" oleh 50.000 warganya?
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya