guideku.com - Baru-baru ini, Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, sukses bikin jagat medsos geger karena jaket One Piece yang dipakai saat kunjungan ke proyek pembangunan jalan!
Yap, jaket hitam berlogo tengkorak bertopi jerami—simbol ikonik dari anime One Piece—yang dikenakan Pak Bupati saat blusukan ke proyek jalan rusak di Cianjur Selatan langsung mencuri perhatian. Momen itu terjadi saat beliau menjalankan program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Selasa, 5 Agustus 2025.
Di tengah lumpur dan jalan rusak yang sedang diperbaiki, sang Bupati tampil santai tapi tetap serius, mengenakan jaket Topi Jerami. Nggak lama setelah fotonya diunggah ke akun medsos pribadinya, warganet langsung menyerbu kolom komentar. Tapi bukan buat nanyain kondisi jalan, melainkan soal... jaket One Piece-nya!
"Wah, bapak bupati NAKAMA juga nih!"
"Pantesan jalannya mulus, dikerjain sama Kapten langsung."
"Hati-hati pak, jangan sampai ketemu Kaido di Cianjur Selatan ya…"
Istilah "Nakama" sendiri dalam One Piece berarti kawan seperjuangan. Dan bagi fans, itu bukan sekadar kata—tapi bentuk penghargaan tertinggi sebagai sesama pejuang. Jadi, saat Pak Wahyu dipanggil "Nakama" oleh warganet, itu tandanya dia diangkat jadi bagian dari crew bajak laut Topi Jerami! Keren nggak tuh?
Tapi ini bukan cuma soal gaya. Proyek yang ditinjau Pak Wahyu adalah pembangunan jalan sepanjang 1 km yang vital banget buat akses warga Cianjur Selatan. Wilayah ini dikenal dengan medan yang cukup ekstrem, dan perbaikan jalan ini penting buat meningkatkan mobilitas dan ekonomi warga sekitar. Jadi, ya, bisa dibilang Pak Bupati lagi dalam "petualangan" sungguhan buat bantu rakyatnya.
Menariknya lagi, aksi Pak Bupati ini muncul di tengah polemik soal penggunaan simbol Jolly Roger (logo bajak laut One Piece) yang belakangan mulai jadi sorotan. Beberapa daerah bahkan mulai melarang pengibaran bendera dengan simbol ini, terutama menjelang HUT RI ke-80, karena dianggap bisa disalahartikan sebagai bentuk protes terhadap negara.
Tapi di tengah situasi itu, Pak Wahyu tampil beda. Dia justru mengenakan simbol budaya pop yang sangat dicintai anak muda, dan bukannya memicu kontroversi, malah dapat pujian karena menunjukkan sisi humanis dan relatable.
Gaya santainya ini juga mematahkan stereotip pejabat yang selalu tampil kaku dan formal. Dengan memakai jaket One Piece, beliau tampil lebih dekat dengan rakyat—khususnya generasi muda yang memang tumbuh bareng cerita Luffy dan kawan-kawan.
Yang bikin makin menarik, simbol bajak laut di One Piece bukan cuma gambar keren. Itu lambang perjuangan, kebebasan, solidaritas, dan semangat pantang menyerah. Kalau dipikir-pikir, cocok juga sih dengan semangat pembangunan daerah yang lagi digencarkan Pak Wahyu.
Walau mungkin awalnya cuma ingin tampil santai dan beda, ternyata keputusan Pak Wahyu buat pakai jaket One Piece bisa jadi contoh bagus gimana pemimpin bisa terkoneksi sama rakyat lewat hal sederhana. Kadang, pemimpin nggak perlu orasi panjang buat bikin rakyat senang. Cukup jaket, asal jaketnya nakama style.
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya