guideku.com - Drama bendera bajak laut One Piece di Indonesia kini memasuki babak yang makin panas sekaligus absurd. Di saat para mahasiswa di Makassar dengan gagah berani mengibarkan bendera Jolly Roger sebagai simbol protes terhadap pemerintah, di Bantaeng, Sulawesi Selatan, seorang pedagang sayur justru kena tampar cuma gara-gara pasang bendera yang sama.
Insiden ini sontak viral dan bikin netizen ngamuk. Ini bukan lagi sekadar soal kartun, tapi soal arogansi, kesalahpahaman, dan bagaimana sebuah simbol budaya pop bisa ditafsirkan dengan cara yang sangat berbeda.
Detik-detik Penamparan yang Bikin Geram
Video yang viral di media sosial ini benar-benar bikin kita semua elus dada. Seorang pria berpakaian sipil, dengan arogannya menghentikan mobil seorang pedagang sayur bernama Pardi. Masalahnya? Cuma karena ada bendera One Piece yang terpasang di mobilnya.
"Kasih naik bendera merah putih, bukan One Piece. Bendera China ini," bentaknya sambil melayangkan tamparan ke pipi Pardi.
Ia bahkan menyita bendera itu dan mengancam akan memviralkan Pardi ke media.
"Masih mendingan, daripada saya naikkan ko ke media," katanya. Sebuah ironi, karena justru aksinya sendiri yang akhirnya viral dan jadi bulan-bulanan netizen.
Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro memang menyebut kalau kasus ini sudah diselesaikan secara damai. Tapi "damai" di atas kertas belum tentu bisa menghapus rasa sakit dan penghinaan yang dialami si pedagang sayur.
Kontras di Makassar: Mahasiswa Justru Pakai Buat Demo
Nah, di sinilah letak ironi terbesarnya. Di saat seorang pedagang sayur kena tampar, di Makassar, puluhan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) justru dengan sengaja mengibarkan bendera yang sama dalam aksi unjuk rasa di bawah jembatan layang.
Tapi mereka punya alasan yang jelas. Bagi mereka, bendera Jolly Roger Topi Jerami itu adalah simbol kritik terhadap pemerintah.
"Bendera ini bentuk kritik kepada pemerintah hari ini. Kami melihat banyak persoalan belum diselesaikan," jelas Presiden BEM UNM, Syamri.
Mereka memprotes revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) yang dinilai tidak transparan dan berpotensi melemahkan demokrasi. Bagi mereka, Indonesia saat ini sedang dalam kondisi "gelap" dan tidak menentu, sama seperti dunia One Piece yang dikuasai oleh Pemerintah Dunia yang korup.
Jadi, Ini Sebenarnya Apa?
Dua kejadian ini menunjukkan betapa besarnya "jurang pemahaman" di masyarakat kita.
Bagi si penampar di Bantaeng, bendera One Piece itu mungkin cuma dianggap "bendera China" atau simbol aneh yang tidak nasionalis.
Bagi para mahasiswa di Makassar, bendera itu adalah bahasa baru, sebuah simbol perlawanan dan kekecewaan yang diambil dari budaya pop yang mereka pahami.
Bagi si pedagang sayur, itu mungkin cuma hiasan mobil dari anime favoritnya.
Kasus ini bukan lagi soal salah atau benar. Ini soal bagaimana arogansi dan kegagalan untuk memahami bisa berujung pada kekerasan. Dan bagaimana sebuah simbol dari kartun Jepang bisa punya makna yang begitu dalam dan berbeda-beda, tergantung siapa yang melihatnya.
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya