Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Senin, 11 Agustus 2025 | 13:30 WIB

guideku.com - Bandung Zoo lagi-lagi jadi sorotan, bukan karena atraksi lucu hewan-hewannya, tapi gara-gara drama panas antara dua kubu pengelola. Puncaknya? Sebuah video bayi orangutan bernama Tama viral di media sosial, disebut-sebut terlantar akibat konflik internal. Netizen pun langsung heboh dan penasaran: sebenarnya apa sih yang terjadi?

Awal Mula Kisruh di Bandung Zoo

Konflik ini ternyata sudah berbulan-bulan bergulir. Sejak Maret 2025, setelah dua petinggi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) jadi tersangka kasus penguasaan lahan, pengelolaan Bandung Zoo kembali diambil alih oleh John Sumampau. Masalahnya, pihak manajemen lama ogah minggir.

Ketegangan makin panas saat pada 2 Juli 2025, manajemen lama kembali menduduki kebun binatang. Lalu 18 Juli 2025, mereka resmi menguasai lagi. Nggak lama, kubu John Sumampau balik menyerang dengan menutup sementara operasional Bandung Zoo. Alasannya? Mengamankan aset daerah, katanya.

Puncak Keributan: Rabu, 6 Agustus 2025

Pagi itu suasana Bandung Zoo mendadak mencekam. Sekelompok orang diduga dari kubu Taman Safari Indonesia dan petugas berseragam Red Guard memaksa masuk, menjebol gerbang, dan melangkah sampai ke area manajemen. Bentrokan pun pecah.

Di tengah kekacauan itu, Tama, bayi orangutan berusia hampir 8 bulan, jadi sorotan. Kabar yang beredar bilang Tama kelaparan dan terkunci di ruang isolasi karena perawatnya diusir. Video itu langsung viral, bikin publik gemas sekaligus geram.

Versi Kubu Lama: Tama Memang Sempat Terlambat Dikasih Susu

Sulhan Syafi'i, Humas Bandung Zoo dari manajemen lama, mengaku para perawat sempat nggak bisa masuk memberi makan hewan karena akses ditutup.

"Bayi-bayi satwa, termasuk Tama, butuh susu tiap 3 jam. Harusnya jam 6 pagi, tapi kemarin baru dapat jam 11 siang," katanya. Ia khawatir penutupan ini bisa membahayakan nyawa satwa-satwa yang ada, apalagi banyak yang masih bayi dan butuh perhatian khusus.

Versi Kubu Baru: Tama Nggak Pernah Telantar

Berbeda 180 derajat, kubu YMT era John Sumampau melalui juru bicara Ully Rangkuti membantah keras tuduhan itu. Menurut log harian, Tama sudah diberi makan pada pukul 06.56 WIB, bahkan sudah mulai makan makanan padat selain susu.

"Tama tertidur nyaman. Kalau lapar, bayi orangutan pasti nangis kencang sampai kedengeran dari luar. Di video itu, dia cuma kebangun karena ribut-ribut," jelas Ully.

Soal pintu terkunci, mereka bilang itu memang SOP klinik satwa supaya hewan aman dan orang tak berkepentingan nggak bisa masuk sembarangan.

Kalau Nggak Damai, Pemkot Bakal Cabut Izin Pengelolaan

Di tengah adu klaim ini, Pemkot Bandung mulai gerah. Herman Hari Rustaman dari BKAD Kota Bandung bilang, kalau kedua kubu nggak bisa damai, mereka bakal minta Kementerian Kehutanan untuk cabut izin pengelolaan. Nantinya, pemerintah bakal tunjuk tim sementara yang fokus urus satwa biar nggak ada korban.

Satwa Tetap Prioritas

Meski panas di level manajemen, kedua pihak sama-sama mengklaim peduli sama kesejahteraan satwa. Publik tentu berharap ini bukan cuma omongan manis. Tama dan teman-temannya jelas nggak ngerti soal konflik manusia, yang mereka butuh cuma makan tepat waktu, tempat aman, dan perawatan penuh kasih.

Kisah Tama ini jadi pengingat kalau di balik drama manusia, selalu ada makhluk tak bersalah yang ikut terdampak. Semoga konflik ini cepat kelar, biar Tama bisa tumbuh besar dengan sehat, dan Bandung Zoo kembali jadi tempat yang bikin pengunjung tersenyum, bukan mengernyit.