guideku.com - Kalau ada yang bilang laut itu luas dan milik bersama, Susi Pudjiastuti pasti langsung angguk setuju. Tapi belakangan ini, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu lagi emosi banget. Penyebabnya? Laut di kampung halamannya, Pangandaran, rencananya mau "dikapling" untuk Keramba Jaring Apung (KJA) skala besar.
Kejadian ini memuncak pada Rabu (6/8/2025) di Kantor Samsat Pangandaran. Susi, yang awalnya ikut rapat resmi membahas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), tiba-tiba walk out. Dalam video yang viral, ia terlihat mengenakan dress batik biru dan topi senada, keluar ruangan dengan wajah kecewa dan marah.
"Secara peraturan udah nggak bener. Izin itu keluar tuh gila! 200 meter dari pantai, itu gila," tegas Susi saat ditemui usai rapat.
Buat yang belum tahu, RDTR ini mengalokasikan 1.000 hektare laut di Pantai Timur Pangandaran untuk KJA. Tiga perusahaan swasta dapat izin mengelola area ini buat budidaya ikan. Di atas kertas, tujuannya meningkatkan produksi perikanan. Tapi di mata Susi, ini resep bencana.
Baca Juga
Kenapa Susi Marah?
Menurutnya, KJA skala besar bakal punya dampak buruk yang nggak main-main. Limbah pakan ikan ribuan ton bisa numpuk di dasar laut, meracuni terumbu karang, bikin air keruh dan bau. Akibatnya, Pangandaran yang selama ini jadi surga wisata selam, surfing, dan pantai indah, bisa berubah jadi lokasi yang sepi pengunjung.
Bukan cuma pariwisata yang kena imbas, nelayan kecil juga terancam. Ruang tangkap mereka bakal terbatas, kalah sama korporasi yang punya modal besar. "Pangandaran mau dijadikan apa?" sindir Susi, mempertanyakan arah kebijakan yang menurutnya sesat.
Sebelum meninggalkan ruangan rapat, Susi melontarkan kalimat yang langsung jadi bahan omongan netizen: "Laut kok dikapling-kapling? Memang nenek moyangnya punya laut?"
Sentilan ini jadi simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap mengkomodifikasi laut, padahal itu adalah aset publik dan sumber penghidupan masyarakat lokal.
Protes Berlanjut ke Media Sosial
Nggak berhenti di walk out, Susi melanjutkan protesnya lewat akun X (Twitter). Ia menandai Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Sekretariat Negara, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Susi mengingatkan janji Prabowo waktu berkunjung ke Pangandaran: mengganti bagan bambu demi mempercantik pantai dan meningkatkan produktivitas nelayan tangkap.
"Hari ini saya sebagai rakyat Bapak, sangat-sangat prihatin dan luar biasa terluka," tulisnya.
Respon Gubernur dan Kadis KP Jabar
Aksi Susi memicu reaksi cepat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku setuju bahwa izin KJA perlu dievaluasi. "Pangandaran itu basisnya pariwisata, budidaya sebaiknya dilakukan di tempat lain," ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar, Rinny Cempaka, juga menegaskan pihaknya akan menampung semua masukan, termasuk dari Susi, nelayan, dan komunitas wisata. Evaluasi izin akan melibatkan pertimbangan hukum, lingkungan, dan dampak sosial-ekonomi masyarakat.
Lebih dari Sekadar Kasus Lokal
Kalau dilihat dari kacamata besar, ini bukan cuma soal Pangandaran. Kasus ini adalah contoh nyata tarik ulur antara pembangunan ekonomi jangka pendek dengan kelestarian lingkungan jangka panjang. Susi memilih berdiri di pihak keberlanjutan, meski itu berarti berhadapan langsung dengan kebijakan resmi.
Bagi Susi, menjaga laut sama artinya dengan menjaga masa depan. Dan kalau ada yang mau menjadikannya komoditas eksklusif? Ya, siap-siap saja kena omel "nenek moyangmu punya laut" ala Susi Pudjiastuti.
Drama ini masih berjalan, evaluasi izin masih proses, dan Pangandaran masih jadi medan perdebatan. Tapi satu hal pasti: kalau bicara soal laut, Susi Pudjiastuti nggak akan tinggal diam. Laut, bagi dia, bukan cuma air asin luas membentang, tapi rumah, sejarah, dan masa depan yang harus dijaga bersama-sama.
Tag
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya