Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Rabu, 13 Agustus 2025 | 12:59 WIB

guideku.com - Isu soal ijazah ternyata belum reda di dunia politik Indonesia. Setelah sebelumnya heboh dengan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, kini giliran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kena sorot. Orang yang mengangkat isu ini? Nggak lain adalah dr. Tifauzia Tyassuma atau yang lebih akrab dikenal sebagai Dokter Tifa.

Lewat unggahan di akun X (dulu Twitter) pribadinya pada Kamis (7/8/2025), Dokter Tifa mengaku sudah melakukan penelusuran soal riwayat pendidikan Gibran. Hasilnya, menurut dia, ada yang janggal. Katanya, ia nggak menemukan ijazah SMA milik Gibran, melainkan cuma sebuah Suket alias surat keterangan setara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Sebentar… Jangan buru-buru daftar S2 dulu. Yang baru ditemukan adalah Suket setara SMK," tulis Tifa sambil menyertakan tautan berita soal Gibran.

Pertanyaan Besar: Daftar Kuliah Pakai Apa?

Menurut Tifa, untuk bisa mendaftar kuliah S1, apalagi di luar negeri, butuh ijazah SMA atau setara. Kalau memang yang ada cuma Suket, itu pun baru terbit 2019, ia mempertanyakan dokumen apa yang dipakai Gibran saat mendaftar di University of Bradford, Inggris, yang ijazahnya keluar 2010.

"Suketmu kenapa baru ada tahun 2019? Padahal ijazah B.Sc Bradford-mu katanya keluar tahun 2010? Lha terus waktu daftar Bradford pakai ijazah apa? SMP?" sindir Tifa.

Ia bahkan menyarankan Gibran ikut Kejar Paket C, karena itu adalah jalur resmi untuk mendapatkan ijazah yang diakui untuk masuk perguruan tinggi.

Bukan Kali Pertama Isu Pendidikan Gibran Disorot

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya pendidikan Gibran dipertanyakan. Saat masih menjabat Wali Kota Solo dan mendaftar sebagai calon wakil presiden, isu ini juga sempat muncul. Kala itu, Gibran langsung menunjukkan ijazahnya dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) yang bekerja sama dengan University of Bradford.

"Ya karena baru sekarang dipermasalahkan," jawab Gibran saat ditanya alasan ia baru menampilkan ijazahnya waktu itu.

Menurut Gibran, tuduhan seperti ini hanyalah bagian dari "lucu-lucuan" politik. "Ndak (merugikan). Saya anggap lucu-lucuan saja," ujarnya santai.

Klarifikasi Versi Gibran

Gibran sendiri menegaskan bahwa ia benar-benar bergelar S1. Ia bahkan sempat membawa ijazah aslinya, yang sudah dilegalisir, untuk dilihat media.

"Teman-teman media bisa pegang bentuk fisiknya. Ini yang sudah dilegalisir," katanya.

Gibran juga mengingatkan agar jangan merendahkan lulusan SMK atau sekolah setara lainnya. Baginya, latar belakang pendidikan formal bukan hal yang harus dijadikan bahan meremehkan orang.

Jejak Pendidikan Gibran

Biar jelas, berikut adalah riwayat pendidikan Gibran berdasarkan informasi yang ada:

  • SDN 16 Mangkubumen Kidul, Solo
  • SMP Negeri 1 Surakarta
  • Orchid Park Secondary School, Singapura (setara SMA), masuk tahun 2002
  • Management Development Institute of Singapore (MDIS), lulus 2007
  • University of Bradford, Inggris, lulus 2010, gelar Bachelor of Science (Hons) di bidang Marketing melalui program kerja sama MDIS

Meski klarifikasi sudah sering dilakukan, isu ini tetap muncul kembali, apalagi setelah Dokter Tifa aktif membicarakannya. Apalagi, Tifa sebelumnya juga sempat mengangkat isu ijazah Presiden Jokowi dan sekarang terancam jadi tersangka akibat laporannya itu.

Tifa sendiri tampak nggak gentar. Justru, ia semakin terang-terangan mengungkit hal-hal yang menurutnya janggal dari dokumen pendidikan Gibran.

Terlepas dari siapa yang benar, kasus ini menunjukkan betapa cepatnya isu pendidikan bisa memanas di dunia politik. Publik pun jadi terbelah antara yang percaya Gibran sudah jelas membuktikan ijazahnya, dan yang merasa penjelasannya masih kurang memuaskan.