Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:47 WIB

guideku.com - Baru lima bulan duduk di kursi Bupati Pati, nama Sudewo udah bikin heboh se-Pati Raya. Mulai dari kebijakan yang bikin rakyat geleng-geleng kepala, cara ngomong yang dinilai menantang, sampai deretan proyek miliaran rupiah yang dipertanyakan. Drama ini makin panas setelah gelombang aksi protes besar-besaran terjadi pada 13 Agustus 2025.

Yuk, kita bahas apa aja kontroversi-kontroversinya!

1. Naikkan Pajak 250% dan Tantang Warga

Awalnya, amarah warga meledak gara-gara kebijakan Sudewo menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sampai 250%. Buat warga yang lagi berjuang di tengah ekonomi seret, ini rasanya kayak ketiban beban dua kali lipat.

Yang bikin tambah panas, Sudewo sempat ngomong di video, "Jangan cuma 5 ribu, 50 ribu orang suruh ngerahkan, saya nggak akan gentar." Ucapan ini langsung viral dan dianggap menantang rakyat.

Setelah ramai-ramai dihujat, ia akhirnya minta maaf dan bilang nggak bermaksud nantang. Kebijakan kenaikan pajak pun dibatalkan, tapi rakyat udah terlanjur kecewa.

2. Pecat 220 Pegawai RSUD Tanpa Pesangon

Belum reda soal pajak, muncul lagi isu pemecatan 220 pegawai honorer RSUD Soewondo Pati. Banyak dari mereka udah mengabdi belasan sampai puluhan tahun, tapi diberhentikan begitu saja tanpa pesangon layak. Mereka cuma dapat akses JMO untuk mencairkan Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan.

Mantan pegawai seperti Ruha, yang udah 20 tahun kerja, merasa sangat kecewa. Apalagi Sudewo sempat bilang, kalau nggak terima di-PHK, silakan lapor polisi. Ucapan ini dianggap arogan dan makin bikin panas suasana.

3. Proyek Videotron dan Masjid Rp 15 Miliar

Di tengah protes rakyat, Pemkab Pati juga gencar menggelontorkan dana untuk proyek-proyek besar, termasuk renovasi Masjid Agung Baitunnur senilai Rp 15 miliar. Ada juga rencana pembangunan videotron ratusan miliar yang menuai tanda tanya, mengingat banyak kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi.

4. Aksi 13 Agustus: 50 Ribu Warga Turun ke Jalan

Rabu, 13 Agustus 2025, jadi puncak kemarahan warga. Sekitar 50 ribu orang dari berbagai kalangan: santri, petani, pelaku usaha, sampai mantan pegawai RSUD, memadati Jalan Tombronegoro depan Kantor Bupati. Tuntutannya jelas: batalkan kebijakan yang memberatkan dan hentikan sikap arogan. Bahkan sebagian mengancam akan melengserkan Sudewo.

Jejak Kasus Lama Ikut Terkuak

Di tengah panasnya isu, publik kembali mengulik masa lalu Sudewo. Saat masih jadi anggota DPR, namanya pernah terseret dugaan suap proyek perkeretaapian miliaran rupiah. KPK pernah memeriksanya, bahkan disebut menyita uang sekitar Rp 3 miliar dari rumahnya. Meski begitu, status hukumnya nggak pernah jelas sampai sekarang.

Kontroversi Lain yang Bikin Geger

Selain pajak dan pemecatan, ada juga sederet kebijakan dan kejadian yang bikin warga geleng-geleng:

  • Satpol PP membubarkan paksa posko donasi warga yang menolak kenaikan pajak.
  • Menghadirkan Trio Srigala dengan goyangan sensual di acara resmi di pendopo.
  • Mencoba menerapkan sistem lima hari sekolah yang langsung ditolak masyarakat karena mengganggu jadwal TPQ dan Madrasah Diniyah.
  • Pernyataan-pernyataan pedas yang dianggap merendahkan warga yang berbeda pendapat.

Sudewo mungkin baru beberapa bulan menjabat, tapi jejak kontroversinya udah bikin namanya masuk daftar tokoh paling dibicarakan di Pati. Meski beberapa kebijakan akhirnya dibatalkan, rasa kecewa rakyat belum benar-benar reda. Apakah ia akan bertahan di kursi bupati atau lengser di tengah badai kontroversi? Waktu yang akan menjawab.