Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Senin, 18 Agustus 2025 | 15:00 WIB

guideku.com - Momen upacara HUT ke-80 RI seharusnya jadi salah satu acara paling sakral dan penuh khidmat. Tapi siapa sangka, di Mamasa, Sulawesi Barat, peringatan kemerdekaan tahun ini malah diwarnai insiden yang bikin semua orang kaget dan haru. Yap, bendera Merah Putih hampir berkibar terbalik!

Video insiden itu langsung viral di media sosial. Banyak netizen yang merasa geram, ada juga yang kasihan banget sama adik-adik Paskibraka yang bertugas. Bahkan beberapa di antara mereka sampai menangis histeris setelah kejadian. Nah, biar nggak simpang siur, yuk kita bedah kronologi lengkapnya dan bagaimana respons panitia.

Kronologi Insiden di Lapangan Kondosapata

Insiden terjadi di Lapangan Kondosapata, Kabupaten Mamasa, pada Minggu (17/8/2025). Saat itu, Paskibraka sedang bersiap mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Semuanya tampak berjalan normal sampai bendera mulai naik ke tiang.

Di situlah momen mengejutkan terjadi. Warna putih terlihat berada di atas, sementara warna merah ada di bawah alias bendera terbalik! Suasana yang tadinya khidmat langsung berubah gaduh. Ada teriakan dari peserta upacara, bahkan terdengar instruksi keras "putar, putar!" untuk segera memperbaiki posisi bendera.

Seorang pria berjas hitam dan berpeci lari ke lapangan membantu memperbaiki. Untungnya, hanya dalam hitungan detik posisi bendera bisa dibetulkan, sehingga akhirnya Sang Merah Putih tetap berkibar dengan benar di langit Mamasa.

Tangis Paskibraka Pecah

Meski bendera berhasil dikibarkan dengan benar, suasana haru nggak bisa dibendung. Beberapa anggota Paskibraka terlihat menangis. Salah seorang pengibar bahkan histeris dan harus ditenangkan oleh petugas lain. Sementara pembawa baki tampak menyendiri sambil menitikkan air mata.

Wajar sih, tugas mengibarkan bendera itu berat banget, penuh tanggung jawab, dan momen ini disaksikan ribuan pasang mata. Jadi begitu ada kesalahan, rasa bersalahnya tentu luar biasa.

Respons Panitia: Murni Kesalahan Teknis

Ketua Panitia Peringatan HUT RI Pemkab Mamasa, Welem, langsung angkat bicara. Ia meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya warga Mamasa, atas kejadian tersebut.

"Saya atas nama ketua panitia menyampaikan permohonan maaf... tidak ada kesengajaan, ini murni kesalahan teknis," ujar Welem.

Menurutnya, penyebab utama insiden ini adalah faktor gugup. "Hampir terbalik karena mungkin gugup yang pengibar benderanya. Kalau persiapannya sih enggak kurang, karena latihan sudah dilakukan selama 2 minggu oleh TNI-Polri," jelasnya.

Welem yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mamasa menegaskan, meski sempat ada insiden, secara keseluruhan upacara berjalan lancar dan tetap khidmat.

Netizen dan Publik Ikut Tersentuh

Setelah video tersebar, banyak warganet langsung komentar. Ada yang menyayangkan kejadian itu, ada juga yang justru lebih fokus memberi semangat buat adik-adik Paskibraka. Banyak yang bilang, mereka sudah melakukan yang terbaik, dan kejadian ini bisa jadi pelajaran berharga ke depan.

Beberapa netizen juga menyoroti pentingnya pengendalian mental bagi Paskibraka. Karena latihan fisik saja nggak cukup, kesiapan mental saat ribuan orang menyaksikan justru jadi kunci.

Jadi Pelajaran Berharga

Insiden ini memang bikin heboh, tapi sebenarnya ada sisi positif yang bisa dipetik. Pertama, semua pihak jadi lebih waspada dan teliti lagi dalam persiapan. Kedua, adik-adik Paskibraka bisa belajar tentang tanggung jawab besar yang mereka emban, bahwa mengibarkan bendera bukan sekadar rutinitas, tapi simbol sakral kemerdekaan bangsa.

Seperti kata Welem, "Saya kira ini adalah pelajaran berharga untuk Kabupaten Mamasa ke depan." Dan benar, setiap kesalahan bisa jadi bahan evaluasi agar upacara kemerdekaan berikutnya berjalan lebih sempurna.