guideku.com - Ingat Setya Novanto? Mantan Ketua DPR RI yang dulu viral karena drama "tiang listrik" dan jadi terpidana kasus megakorupsi e-KTP? Nah, setelah beberapa tahun mendekam di Lapas Sukamiskin, ia kini resmi menghirup udara bebas!
Tapi, di tengah semua pro-kontra soal pembebasan bersyaratnya ini, netizen yang punya ingatan setajam silet justru "menagih" sebuah janji fenomenal yang pernah ia umbar. Jauh sebelum terbukti bersalah, Setnov pernah dengan super pede bikin sayembara berhadiah Rp 1 Miliar!
Flashback Momen Sombong: 'Kalau Bisa Buktikan, Saya Beri Rp 1 Miliar!'
Biar nggak lupa, mari kita putar waktu ke belakang, tepatnya ke bulan Maret 2017. Saat itu, nama Setnov sudah mulai disebut-sebut dalam pusaran korupsi e-KTP. Tapi, dengan penuh percaya diri, ia menantang siapa pun yang bisa membuktikan keterlibatannya.
Baca Juga
"Saya disebut terlibat hansiplah, mobil inilah, kok tidak pernah bisa dibuktikan. Kalau bisa buktikan, saya beri Rp1 miliar," kata Setnov dalam wawancaranya dengan majalah Tempo saat itu.
Sebuah janji yang sangat arogan, yang seolah-olah bilang kalau dirinya bersih dan tak tersentuh.
Janji Tinggal Janji, Bukti Bicara di Pengadilan
Tapi, seperti kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Janji tinggal janji, sayembara itu menguap begitu saja. Pada April 2018, Pengadilan Tipikor justru "menjawab" tantangannya dengan bukti-bukti yang tak terbantahkan.
Hakim menyatakan Setya Novanto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Ia divonis 15 tahun penjara karena terbukti menyalahgunakan jabatannya untuk mengintervensi proyek e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun!
Jadi, secara teknis, Pengadilan Tipikor sudah "memenangkan" sayembara Rp 1 miliar itu, kan?
Perjalanan hukuman Setnov pun penuh dengan "diskon".
- Diskon PK: Ia mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung, dan hukumannya dipangkas dari 15 tahun jadi 12 tahun 6 bulan.
- Diskon Remisi: Selama di penjara, ia juga dapat total remisi (pengurangan masa hukuman) selama 28 bulan.
- Diskon Final: Dan akhirnya, pada 16 Agustus 2025, ia mendapatkan pembebasan bersyarat.
Pihak Ditjen PAS beralasan, Setnov sudah memenuhi semua syarat: berkelakuan baik, aktif ikut program pembinaan, dan sudah melunasi denda serta sebagian besar uang pengganti.
Jadi, Kapan Nih Rp 1 Miliar-nya Cair?
Di saat Setya Novanto kini bisa kembali menikmati hidup (meskipun masih wajib lapor sampai 2029), janji sayembara Rp 1 miliar-nya itu seolah jadi "utang" moral yang tak akan pernah bisa ia bayar.
Kisah ini jadi pelajaran super pahit. Ini bukan lagi cuma soal korupsi, tapi juga soal arogansi kekuasaan. Di saat seseorang merasa begitu berkuasa, ia bisa dengan mudahnya mengumbar janji dan tantangan, seolah-olah hukum ada di genggamannya.
Tapi pada akhirnya, waktu dan bukti selalu punya caranya sendiri untuk menampar balik kesombongan itu. Jadi, gimana menurutmu? Haruskah kita ramai-ramai "menagih" Rp 1 miliar itu ke Setnov?
Tag
Terkini
- Tantangan Pengangguran Muda Menguat, YES 2025 Dorong Arah Baru Ekonomi Hijau, Digital, dan Hilirisasi
- Saat Merek Lain Perang Harga, VinFast Justru Punya Jurus Beda Buat Rebut Hati Orang Indonesia
- Agroforestri, Tenun, sampai Rumput Laut: Cara Komunitas di Desa Bangun Ekonomi Hijau
- Bukan Cuma Angka: Ini Cerita Nyata Pengguna BSya yang Penuh Berkah
- Nabung Haji Sampai Investasi Emas, Semua Bisa dari Satu Aplikasi Super BSya