Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman | Zahir : Selasa, 19 Agustus 2025 | 15:30 WIB

guideku.com - Pemerintah Republik Indonesia baru-baru ini bakal merealisasikan rencana untuk melakukan penarikan utang baru sebesar Rp 775 triliun pada tahun 2025 ini. Kabar ini sendiri merupakan tindak lanjut dari rencana yang sempat bikin geger pada tahun 2024 silam, saat Presiden Prabowo Subianto yang kala itu baru terpilih merencanakan bakal menarik utang dalam jumlah besar yang bersumber dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).

Penarikan utang baru tersebut disebut bakal dipergunakan untuk menutup defisit anggaran belanja negara sekaligus menjaga kestabilan kondisi keuangan negara. Sederhananya, pengeluaran negara lebih besar daripada pendapatannya, dan utang ini digunakan untuk menambal kekurangan tersebut. Rencana itu sendiri tertuang dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2025 yang sempat ramai dan viral dibaca pada tahun 2024 silam.

“Kebijakan pembiayaan dalam rangka menutup defisit anggaran dilakukan dengan tetap menjaga pembiayaan utang dalam batas yang aman,” tulis dokumen tersebut.

Diklaim untuk Membiayai Proyek Pembangunan

Di sisi lain, Prabowo Subianto kala itu juga beralasan jika utang ini bakal dipergunakan pemerintah untuk menutup dan membiayai proyek-proyek pembangunan nasional. Prabowo tentunya sadar betul bagaimana banyak proyek pembangunan pemerintah saat ini, seperti IKN dan program strategis lainnya, masih memerlukan banyak dana yang diperuntukkan untuk kesejahteraan bersama.

“Pengadaan utang diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dalam upaya mewujudkan program dan target pembangunan yang disusun dalam APBN,” ujar Prabowo Subianto dikutip dari laman berita suara.com.

Tapi, di sisi lain, rencana penarikan utang ini tidak berhenti di tahun 2025. Pemerintah juga berencana menarik kembali utang di tahun 2026 nanti sebesar Rp 781,9 triliun. Jumlah ini sendiri diklaim bakal menjadi penutup dari defisit anggaran negara yang sebelumnya sempat membengkak saat pemerintah harus mengatasi pandemi Covid-19 pada kurun waktu 2020-2022 silam.

Netizen Ramai-ramai Protes

Sontak, rencana penarikan kembali utang di tahun 2025 yang direncanakan bakal naik lagi di tahun 2026 ini mendapatkan respon beragam dari netizen dunia maya. Banyak netizen yang langsung mengecam rencana ini dan menyebut huru-hara perekonomian yang terjadi di Indonesia saat ini bersumber dari utang-utang pemerintah yang terus menumpuk.

Banyak netizen yang langsung mengaitkan rencana utang ini dengan berbagai kebijakan kenaikan pajak yang dirasakan belakangan ini. Mengutip dari akun Instagram @kitabuku.id, rencana penarikan utang ini langsung mendapatkan beragam komentar sinis dari netizen.

“kemarin banyak terjadi kenaikan pajak, itu buat apa? buat bayar utang kan? wkwk,” tulis akun @nagabiruya.

“Hutang terbesar se asia Tenggara lho ini kabarnya,” ujar akun @tsanius, menyuarakan kekhawatiran soal rekor utang negara.

“Udh paling bener bubarin DPR nah anggaran gajih dpr-nya di pake bayar utang,” ujar akun @wildanhkm, menunjukkan rasa frustrasi pada sistem politik.

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya ketidakpercayaan dan kekhawatiran publik. Di satu sisi, pemerintah butuh dana untuk menjalankan program. Di sisi lain, masyarakat merasa sudah terlalu banyak dibebani pajak dan kini harus melihat negara menambah utang lagi.

Jadi, gimana menurutmu soal rencana pemerintah Republik Indonesia yang bakal menarik utang sebesar Rp 775 triliun di tahun 2025 dan bakal kembali menariknya lagi di tahun 2026?