Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman | Zahir : Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:15 WIB

guideku.com - Perjalanan kapal penyeberangan KMP Mufidah dengan rute Lampung-Banten mendadak jadi sorotan dan diselimuti misteri. Mengutip dari laman suara.com, perjalanan kapal yang rutin berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Merak, Banten, ini berubah menjadi malapetaka pada Minggu (17/08/2025) kemarin.

Salah satu penumpang, yakni Primo Lumbantoruan, dilaporkan tiba-tiba hilang secara misterius saat naik kapal tersebut. Kabar ini baru diketahui setelah kapal bersandar dan pihak keluarga yang menjemput tidak kunjung menemukan Primo.

Sontak, misteri hilangnya salah satu penumpang tersebut bikin geger banyak pihak dan membuat keluarga yang bersangkutan menjadi panik dan histeris.

Kondisi hilangnya Primo Lumbantoruan saat naik kapal penyeberangan KMP Mufidah langsung direspons cepat oleh tim SAR gabungan. Tak perlu menunggu lama, begitu laporan diterima, tim SAR langsung melakukan persiapan untuk penyisiran dan pencarian di perairan Selat Sunda.

“Informasi resmi kami terima dari Kapten KMP Mufidah pada Senin (18/8/2025) pukul 08.45 WIB. Tim Rescue Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR,” ujar Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah.

Tapi, yang bikin geger lagi adalah saat pihak keamanan dan kru kapal melakukan pengecekan kamera pengawas atau CCTV di kapal.

Saat dilakukan pengecekan, terlihat ada seseorang yang sengaja melompat dari kapal ke laut beberapa saat setelah kapal berlayar. Meskipun belum dapat dipastikan 100% bahwa sosok itu adalah Primo, temuan ini langsung membuat pihak keluarga semakin panik dan menjadi petunjuk utama bagi tim SAR untuk melakukan pencarian besar-besaran.

Diduga Terjun ke Laut, Tim SAR Kerahkan Tenaga Penuh

Setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan seseorang terjun dari kapal KMP Mufidah diketahui, pihak tim SAR tanpa banyak alasan langsung mengerahkan kemampuan dan peralatan terbaiknya guna menyisir lokasi sekitar titik yang diduga menjadi lokasi kejadian.

Tidak hanya itu saja, para nelayan di sekitar perairan Selat Sunda juga diketahui turut membantu mencari dan melakukan evakuasi.

Beberapa peralatan canggih seperti RIB 03 Lampung, Aqua Eye yang mampu mendeteksi objek di bawah air, hingga Underwater Search Device (UWSD) juga turut dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian.

Di sisi lain, pihak keluarga tak henti-hentinya memanjatkan doa agar Primo Lumbantoruan bisa ditemukan dengan selamat, meskipun kemungkinan tersebut terasa semakin kecil seiring berjalannya waktu.

Tapi, hingga Selasa kemarin, belum ada kabar penemuan Primo Lumbantoruan oleh tim SAR maupun para nelayan yang turut membantu. Wadanpos SAR Bakauheni, Feriansyah, juga menyebut pencarian akan terus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan dirinya memohon doa dari semua pihak.

“Hingga sore ini, pencarian masih belum membuahkan hasil. Namun operasi akan dilanjutkan besok sesuai rencana, dengan harapan korban segera dapat ditemukan. Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar upaya pencarian berjalan lancar,” ujar Feriansyah.

Kini, pertanyaan besar masih menyelimuti kasus ini: apa yang sebenarnya terjadi pada Primo Lumbantoruan di atas kapal malam itu?