Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman | Anggia Khofifah P : Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:45 WIB

guideku.com - Belakangan ini, kabar soal tunjangan anggota DPR bikin heboh jagat maya. Bukan soal gaji pokoknya, tapi tunjangan yang nilainya bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Salah satunya, tunjangan beras yang naik jadi Rp12 juta per bulan. Bandingin deh sama UMR di Jogja, langsung bikin netizen auto komentar pedas.

Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, buka suara soal kenaikan tunjangan ini. Menurutnya, gaji pokok anggota DPR sebenarnya kecil banget, sekitar Rp4,2 juta. Kalau ditambah dengan tunjangan jabatan, komunikasi, hingga tunjangan keluarga, total yang diterima anggota dewan bisa tembus Rp69–70 juta.

Nah, salah satu yang naik signifikan adalah tunjangan beras. Dari sebelumnya Rp10 juta, kini jadi Rp12 juta per bulan. Nggak cuma itu, tunjangan bensin juga ikut naik jadi Rp7 juta per bulan dari sebelumnya Rp4–5 juta.

"Kita tahu harga beras dan telur naik. Jadi tunjangan disesuaikan. Gaji pokok nggak pernah naik 15 tahun, tapi tunjangan beras naik, itu saja," kata Adies di Senayan (19/8/2025).

Ia bahkan bilang, kenaikan tunjangan ini bentuk "kasihan" dari Menteri Keuangan Sri Mulyani ke anggota DPR. Katanya, tambahan tunjangan ini biar anggota DPR bisa tetap maksimal bekerja di tengah kondisi ekonomi Jakarta yang makin berat.

Total Pendapatan Bisa Sentuh Rp120 Juta

Kalau dihitung semua komponen, pendapatan anggota DPR RI bisa tembus Rp100–120 juta per bulan. Komponen itu termasuk gaji pokok Rp4,2 juta, tunjangan komunikasi Rp15,5 juta, tunjangan kehormatan Rp5,5 juta, tunjangan rumah jabatan Rp50 juta, sampai tunjangan listrik dan telepon Rp7,7 juta.

Pantes aja, publik heboh. Banyak yang merasa angka ini nggak masuk akal kalau dibandingkan dengan kondisi masyarakat pada umumnya.

UMR Jogja Cuma Rp2,2 Juta

Biar lebih kebayang, mari bandingin dengan UMR di Yogyakarta tahun 2025. Berdasarkan keputusan Sri Sultan Hamengkubuwono X, UMP Jogja ditetapkan sebesar Rp2.264.080. Itu berarti, satu bulan gaji UMR di Jogja bahkan nggak ada 1/5 dari tunjangan beras anggota DPR.

Kalau ditotal, penghasilan seorang anggota DPR bisa 18 sampai 45 kali lipat lebih tinggi dari pekerja dengan UMR di Indonesia.

UMR Jogja sendiri jadi salah satu yang paling rendah di Indonesia, sementara UMP tertinggi ada di Jakarta sebesar Rp5,39 juta. Tapi tetap saja, gap antara gaji rakyat biasa dengan pendapatan anggota dewan bikin warganet makin panas.

Reaksi Netizen: Pedas Abis

Begitu kabar ini viral, kolom komentar media sosial langsung rame dengan berbagai sindiran. Banyak yang membandingkan Rp12 juta tunjangan beras DPR dengan kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.

"12 juta bisa buat beli beras se-kampung sebulan," tulis salah satu netizen.

Ada juga yang nyeletuk, "UMR Jogja aja cuma 2,2 juta. Itu pun kadang dibayar telat. DPR enak banget cuma buat beras bisa 12 juta."

Komentar-komentar pedas ini mencerminkan kekecewaan masyarakat yang merasa kesenjangan pendapatan makin lebar.

Gaji Pokok Nggak Naik, Tapi Tunjangan Fantastis

Sebagai catatan, gaji pokok anggota DPR memang nggak naik selama 15 tahun terakhir. Ketua DPR hanya digaji Rp5 juta, wakil ketua Rp4,6 juta, dan anggota Rp4,2 juta. Angka itu masih sesuai PP Nomor 75 Tahun 2000.

Tapi, gaji pokok kecil itu jadi terasa nggak relevan kalau dilihat dari total pendapatan yang melambung tinggi gara-gara tunjangan. Makanya, ketika muncul kabar tunjangan beras Rp12 juta, publik langsung sensitif.

Kabar tunjangan beras Rp12 juta per bulan untuk anggota DPR jelas bikin publik bertanya-tanya: apakah kenaikan ini wajar di tengah kondisi rakyat yang masih berjuang dengan UMR pas-pasan?

Buat sebagian orang, mungkin wajar saja karena kebutuhan pejabat pasti besar. Tapi buat rakyat biasa, angka itu terasa "nggak nyambung" dengan realita sehari-hari.

Pada akhirnya, transparansi dan empati jadi kunci. Masyarakat butuh diyakinkan bahwa uang pajak yang mereka bayar benar-benar kembali untuk kesejahteraan bersama, bukan sekadar menambah tunjangan beras para wakil rakyat.