Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman | Zahir : Jum'at, 22 Agustus 2025 | 14:00 WIB

guideku.com - Pengamat politik dalam negeri, Rocky Gerung, kembali mengeluarkan statement yang bisa dibilang cukup menarik sekaligus panas baru-baru ini. Kali ini, dia menepis anggapan yang sempat beredar bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, adalah Bapak Demokrasi RI.

Kenapa tiba-tiba Rocky Gerung membuat pernyataan yang bikin gempar tersebut? Usut punya usut, Rocky Gerung ingin meluruskan anggapan bahwa Jokowi, yang menjabat sebagai presiden selama dua periode (2014-2019 dan 2019-2024), bukanlah sosok yang menghadirkan demokrasi di negeri ini. Menurutnya, Jokowi hanya datang dan memimpin di era yang sudah demokratis.

Tak sampai di situ saja, Rocky Gerung juga menyebut bahwa Joko Widodo hadir sebagai presiden saat demokrasi sudah tegak di negeri ini. Ia juga menekankan bahwa rakyatlah, terutama mahasiswa, yang seharusnya dianggap sebagai pembentuk dan penjaga demokrasi di Indonesia, bukan para politisi.

“Orang akan bilang selama Presiden Jokowi, demokrasi dipelihara. Bahkan Jokowi dianggap bapak demokrasi. Kalau kita usut sebenarnya, Presiden Jokowi datang ketika Indonesia sudah demokrasi. Demokrasi kita ada sejak '98, siapa yang bikin? Bukan Jokowi, bukan SBY, bukan Megawati, mahasiswa yang bikin itu. Jadi Pak Jokowi datang ketika Indonesia sudah demokrasi. Jadi enggak mungkin dia bangun demokrasi,” ujar Rocky Gerung.

Jika dipikir-pikir lagi, memang bukan Pak Jokowi yang bisa disebut sebagai penjaga dan pembawa demokrasi di Indonesia. Demokrasi sejatinya sudah cukup lama berdiri di negeri ini sejak reformasi tahun 1998 silam, yang digerakkan oleh kekuatan rakyat.

Jadi, tidak salah juga jika Rocky Gerung tiba-tiba mengeluarkan statement yang bilang jika Jokowi bukanlah pembawa demokrasi di negeri ini, melainkan penerus dari sistem yang sudah ada.

Rocky Gerung Sebut Jokowi Rusak UU Perlindungan Anak Karena Gibran?

Tapi, ada satu statement panas lagi yang dilontarkan oleh Rocky Gerung kepada Pak Jokowi. Dirinya tiba-tiba menyebut bahwa Jokowi adalah perusak tatanan demokrasi di Indonesia.

Secara spesifik, ia menuduh Jokowi telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak karena turut melibatkan putranya, Gibran Rakabuming Raka, dalam ambisi politik pribadinya.

Kala itu, Jokowi mendukung Gibran Rakabuming sebagai bakal calon wakil presiden RI untuk masa bakti 2024-2029, berdampingan dengan Prabowo Subianto. Karena saat itu aturan batas usia belum mengakomodir keinginan tersebut, desas-desusnya ada intervensi dari pihak Jokowi untuk mengubah aturan melalui Mahkamah Konstitusi.

Rocky Gerung memberikan pandangan yang sangat unik dan tajam mengenai hal ini.

“Tapi apakah Presiden Jokowi melanggar konstitusi dengan memajukan anak kecil jadi wakil presiden? Tidak, dia tidak melanggar Undang – Undang Dasar, dia melanggar Undang – Undang Perlindungan Anak. Karena anak kecil mestinya tinggal di rumah, enggak boleh ikut sidang kabinet,” ujar Rocky Gerung dengan gaya satir khasnya.

Sejauh ini, kubu Jokowi ataupun Gibran Rakabuming yang kini sudah menjabat sebagai Wakil Presiden RI belum memberikan komentar atas sindiran pedas dari Rocky Gerung tersebut.

Pernyataan ini kembali memanaskan diskursus politik dan menunjukkan bahwa perdebatan mengenai warisan kepemimpinan Jokowi masih akan terus berlanjut.