Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Senin, 07 Juli 2025 | 15:42 WIB

guideku.com - Nama Amanda Manopo kembali ramai dibicarakan, bukan karena proyek film barunya, tapi karena hal yang bikin hati miris. Artis yang dulu kita kenal lewat sinetron “Ikatan Cinta” ini diduga mengalami pelecehan seksual saat sedang berada di tengah-tengah fans saat proses syuting di Bogor, Jawa Barat.

Kejadian ini viral setelah Amanda membagikan ulang video dari akun fanbase yang menunjukkan dirinya susah bergerak di kerumunan.

Meski senyum tetap merekah, raut wajah Amanda jelas tegang. Tiga orang pria tampak mengawalnya dari kanan, kiri, dan belakang, tapi ternyata itu nggak cukup untuk mencegah hal buruk terjadi.

“Sebelum tragedi t*te aku diremas…”

Kalimat ini ditulis Amanda sebagai caption video yang dia repost. Yep, kamu nggak salah baca. Di tengah kerumunan itu, ada tangan jahil yang diduga meremas bagian dada Amanda. Identitas pelaku belum diketahui, tapi netizen sudah bereaksi keras: marah, kecewa, dan sedih.

Tak lama setelah video itu naik, Amanda menghapusnya. Tapi efeknya masih terasa. Banyak fans dan publik bersimpati, apalagi setelah Amanda menulis curhatan menyentuh di Instagram Story-nya.

“Melihat semua perempuan dirayakan dengan hangat... aku cuma berharap, semoga suatu hari nanti semesta juga memilih untuk merayakan aku.”

Kalimat yang sederhana, tapi dalem banget. Banyak orang menafsirkan ini sebagai bentuk trauma diam-diam yang Amanda alami pasca insiden tersebut.

Bukan Kasus Pertama

Amanda bukan satu-satunya figur publik perempuan yang mengalami hal begini. Sebelumnya, musisi Nadin Amizah juga sempat menyuarakan keresahan yang sama. Saat tampil di acara musik, ada penonton yang nekat menyentuh tubuhnya tanpa izin. Padahal sudah ada barikade.

“Aku merasa sangat kotor dengan tubuhku sendiri,” tulis Nadin, dan banyak yang relate.

Kenapa Ini Harus Dibahas?

Sebagian dari kita mungkin berpikir, “Ah, cuma diremas, bukan diperkosa.” Tapi ini justru bahaya. Pelecehan seksual sekecil apa pun tetap melanggar batas, tetap bikin trauma, tetap salah. Entah itu di tempat sepi atau di tengah keramaian.

Amanda dan Nadin mungkin punya platform untuk bersuara, tapi gimana dengan perempuan lain yang nggak punya panggung? Yang pelecehannya nggak terekam kamera, nggak viral?

So, Apa yang Bisa Kita Lakuin?

Stop normalisasi. Nggak ada yang namanya “cuma iseng”, “cuma colek”, atau “namanya juga fans”. Nggak sopan ya tetap salah.

Jaga ruang aman. Entah kamu panitia acara, pengawal artis, atau penonton biasa—kita semua punya tanggung jawab buat menciptakan ruang yang aman.

Dengerin suara korban. Jangan nyalahin baju, ekspresi, atau sikap. Dukung, jangan judge.

Singkatnya: Kejadian yang menimpa Amanda bukan cuma soal seleb, tapi soal harga diri, rasa aman, dan batasan yang harus dihormati siapa pun, kapan pun, di mana pun.

Kalau kamu marah baca ini, itu tanda bahwa kamu peduli. Yuk, jangan berhenti di marah aja—jadi bagian dari perubahan juga, sekecil apa pun itu.