Kamis, 02 Juli 2026
Reza Sulaiman : Jum'at, 18 Juli 2025 | 19:00 WIB

guideku.com - Di balik sorot lampu panggung dan suara emasnya yang pernah menggoyang Istana Negara, Farel Prayoga ternyata menyimpan kisah hidup yang jauh lebih rumit dan kelam dari yang pernah kita bayangkan.

Dalam obrolan mendalamnya bareng Denny Sumargo, remaja 14 tahun ini membongkar dua luka besar dalam hidupnya: drama keluarga yang penuh fitnah dan pengkhianatan finansial oleh orang-orang terdekatnya.

Ini bukan cuma cerita sedih. Ini adalah potret getir dari seorang anak yang harus menanggung beban orang dewasa di pundaknya yang masih sangat muda.

Drama Keluarga yang Mirip Sinetron: Dihasut Benci Ibu Kandung

Kisah pertama yang diungkap Farel adalah soal hubungan rumit antara ayah, ibu kandung, dan ibu tirinya. Secara mengejutkan, Farel mengaku pernah sangat membenci ibu kandungnya sendiri, yang sudah 14 tahun berpisah darinya. Kenapa? Karena ia terus-menerus "diracuni" dengan cerita-cerita negatif oleh sang ibu tiri.

"Jadi kalau marah, dia melampiaskan ke aku, mukanya mirip sama ibu kandungku," kata Farel Prayoga di kanal YouTube Denny Sumargo, Kamis (17/7/2025).

Kebenciannya memuncak karena sang ibu tiri terus bilang kalau ibu kandungnya itu jahat. Tapi, pandangannya berubah 180 derajat setelah ia akhirnya bisa menelepon sang ibu. Fakta yang ia dengar justru jauh lebih tragis.

"Cerita ke aku kalau ibu kandungku ini adalah korban. Ibu kandungku nggak tau kalau bapak ini sudah menikah," ungkap Farel.

Ternyata, ayah Farel mengaku masih bujangan saat menikahi ibu kandungnya, menjadikannya istri kedua tanpa sepengetahuannya. Drama ini makin panas dengan sebuah insiden di Makassar, di mana ibu kandungnya melaporkan perselingkuhan ibu tirinya ke Pak RT. Laporan ini memicu kemarahan warga.

Akibatnya? Sang ibu tiri, nenek, dan kakak Farel nyaris jadi korban amuk massa yang bawa senjata tajam! "Iya, sampai bawa parang, itu pas di Makassar," tuturnya.

Insiden inilah yang kemudian ceritanya diputarbalikkan untuk menyudutkan ibu kandungnya, dan berhasil membuat Farel sempat membencinya. Kini, setelah tahu kebenaran, Farel berharap bisa segera bertemu dengan ibu kandungnya.

Pengkhianatan Finansial: Uang Miliaran Ludes, Sisa Rp 56 Ribu!

Luka kedua yang diungkap Farel adalah soal keuangannya. Ia mengaku pendapatannya sejak viral pernah mencapai miliaran rupiah. Sebagai anak kecil, ia menyerahkan 100% pengelolaan uangnya kepada orang tuanya.

"Jadi memang awal-awal viral itu yang megang orang tua. 100 persen aku kasih Bapak, Ibu semua," ungkapnya.

Tapi, kepercayaan itu disalahgunakan. Suatu hari, saat ia sedang berada di luar kota dan hendak membeli minuman di supermarket, ia dibuat syok bukan main. Saldo rekeningnya yang seharusnya berisi lebih dari Rp100 juta, ternyata cuma tersisa Rp 56 ribu!

Ketika Farel bertanya ke ayah, ibu, dan kakaknya, mereka semua kompak menyalahkannya dan menuduhnya boros. Farel yang polos bahkan sampai sempat merasa bersalah dan minta maaf.

"Aku minta maaf banget sama mereka kayak, 'Bener-bener maafin aku ya kalau emang aku seboros itu'," imbuhnya.

'Sekongkol' Beli Kuda

Beberapa minggu kemudian, kebenaran akhirnya terungkap dari salah satu kakaknya yang perempuan. Ternyata, uang ratusan juta yang hilang itu dipakai oleh keluarganya untuk bersekongkol membelikan seekor kuda untuk kakak laki-lakinya.

"Jadi, satu keluarga pernah sekongkol. Kakakku, ibuku, bapak, waktu itu mau beliin kuda kakak laki," tuturnya.

Denny Sumargo pun kaget, "Oh, dan mereka semua tutup mulut gitu?"

Farel membenarkan. Ia mengungkap pola aneh di keluarganya.

"Iya, mereka sekongkol. Jadi mereka tipikalnya kayak gini, kalau lagi akur, sekongkol. Cuma kalau ada salah satu dari mereka yang bertengkar, pecah semua," jelas Farel.

Saat bertengkar itulah, satu per satu anggota keluarga akan "mengadu" ke Farel dan membongkar keburukan satu sama lain. Sebuah dinamika keluarga yang sangat tidak sehat bagi seorang anak.

Kisah Farel ini jadi pelajaran pahit bahwa popularitas dan uang tidak selalu membawa kebahagiaan. Di balik senyumnya di panggung, ada seorang anak yang harus berjuang menghadapi masalah yang bahkan orang dewasa pun belum tentu sanggup menanggungnya.