guideku.com - Gengs, sering denger kan omongan klise kayak, "Korupsi di negeri ini baru bisa beres kalau generasi tua diganti semua sama anak muda"? Kedengerannya logis dan penuh harapan, kan? Seolah-olah "muda" itu otomatis sama dengan "bersih".
Tapi, tahan dulu euforianya. Komika sekaligus aktivis Pandji Pragiwaksono baru saja memberikan "tamparan" keras buat siapa pun yang masih percaya sama mitos itu. Menurutnya, anggapan tersebut bukan cuma keliru, tapi juga naif. Pandji bahkan nggak ragu menyebutnya sebagai sebuah pernyataan yang bodoh.
Mitos 'Anak Muda Pasti Bersih' Dibantah Keras
Dalam salah satu konten di kanal YouTube-nya, Sila, Pandji secara blak-blakan menyentil gagasan soal "menghapus satu generasi" untuk memberantas korupsi.
Baca Juga
"Lo pernah denger nggak sih, orang-orang yang bilang, 'Ah, kalau kita mau serius dalam memberantas korupsi, kita mesti hapus satu generasi'?" ujar Pandji.
Ia menegaskan, pandangan ini sudah lama ia anggap sebagai sebuah kekeliruan berpikir yang terus diulang-ulang.
"Dan dari dulu, gue dan cukup banyak orang merasa itu adalah pernyataan yang tolol," tegasnya.
'Kartu Truf' Pandji: Kisah Nur Afifah Balqis, Koruptor Umur 24 Tahun
Pandji nggak cuma asal ngomong. Untuk membuktikan argumennya, ia langsung mengeluarkan "kartu truf"-nya: sebuah kasus nyata yang jadi bukti kalau korupsi itu nggak kenal umur. Ia menunjuk kasus yang menjerat Nur Afifah Balqis.
"Bukti ketololan itu muncul lagi hari ini, dalam nama Nur Afifah Balqis," sentil Pandji.
Siapa Nur Afifah Balqis? Dia adalah Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan yang pada awal 2022 terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Dan yang bikin syok, saat ditangkap karena korupsi, usianya baru 24 tahun!
"24 tahun saja usianya, tapi koruptor," imbuh Pandji dengan nada menyindir.
Modus Operandinya Gimana? Jadi 'Brankas Pribadi' Bupati
Peran Nur Afifah dalam lingkaran korupsi ini pun bukan main-main. Dia bukan cuma ikut-ikutan. Menurut Pandji, dia punya peran krusial dalam mengelola aliran dana haram.
"Peran Nur Afifah dalam korupsi, dia berperan penting dalam pengelolaan aliran dana suap karena dia bendahara," jelas Pandji.
Kasus yang menjeratnya adalah kasus suap Bupati Penajam Paser Utara saat itu, Abdul Gafur Mas'ud. Modusnya, uang hasil suap dari berbagai proyek dan perizinan nggak langsung masuk ke kantong bupati. Uang panas itu "diparkir" dulu di rekening pribadi milik Nur Afifah. Ia seolah-olah berfungsi sebagai "brankas pribadi" untuk menyamarkan jejak.
Pelajaran Pahit: Korupsi Itu Soal Mental, Bukan Soal Umur
Kasus Nur Afifah ini, menurut Pandji, seharusnya jadi pelajaran pahit buat kita semua. Ini adalah bukti nyata bahwa menjadi muda bukanlah jaminan seseorang akan anti-korupsi. Regenerasi kepemimpinan nggak akan ada gunanya kalau mentalitasnya masih sama.
Masalah korupsi itu jauh lebih kompleks dari sekadar persoalan tua vs muda. Ini soal integritas individu dan sistem yang korup. Kalau sistemnya masih penuh celah dan integritas individunya bobrok, mau semuda apa pun orangnya, ya bakal tetap korupsi juga.
Jadi, Gengs, daripada cuma nyalahin generasi tua, mungkin ini saatnya kita lebih banyak berkaca. Apakah kita, sebagai generasi muda, sudah benar-benar siap untuk jadi lebih baik? Atau jangan-jangan, kita cuma menunggu giliran untuk masuk ke dalam sistem yang sama?
Tag
Terkini
- Tenteng Barang Ratusan Juta, Gaya 'Sweet Seventeen' Putri AHY Ini Bikin Netizen Auto Iri
- Kangkung Pinkan Mambo Dihargai Rp 150 Ribu, Rasanya 'Kayak Masakan Mama di Rumah Aja'
- Lisa Mariana Ngaku Terima Duit dari Ridwan Kamil Sejak 2021, KPK Selidiki Aliran Dana Korupsi BJB
- Duit Rp 1 Miliar vs Panggilan Haji, Paramitha Rusady Diuji Iman Tingkat Dewa Sesaat Sebelum Berangkat
- Drama Royalti Musik: Ariel Ngadu ke DPR, Dhani Balas Nyinyir di Instagram