Rabu, 01 Juli 2026
Reza Sulaiman : Senin, 18 Agustus 2025 | 19:15 WIB

guideku.com - Ada drama baru dari Hollywood yang nunjukkin betapa rumitnya dunia hiburan sekarang. Film live-action Snow White dari Disney yang dibintangi Gal Gadot ternyata gagal total di box office.

Tapi yang bikin heboh, sang Ratu Jahat, Gal Gadot, justru punya "kambing hitam"-nya sendiri: kampanye boikot Israel.

Dalam sebuah wawancara, aktris asal Israel ini "curhat" kalau filmnya yang super mahal itu jadi korban dari sentimen politik global pasca meletusnya konflik Israel-Palestina.

Perang di Balik Layar: Gal Gadot vs Rachel Zegler?

Awalnya, Gal Gadot super optimis. Ia mengaku sangat menikmati proses syuting bareng pemeran Snow White, Rachel Zegler, dan yakin banget filmnya bakal sukses besar.

"Saya sangat menikmati proses syuting film ini. Bekerja dengan Rachel Zegler penuh tawa dan menyenangkan. Saya yakin film ini akan sukses besar," ujar Gal Gadot dalam program "The A Talks".

Tapi keyakinan itu langsung ambyar setelah tragedi 7 Oktober yang memicu gelombang kritik global terhadap Israel. Menurutnya, sejak saat itu, semua selebritas, termasuk dirinya, dipaksa untuk mengambil sikap.

"Saya selalu berusaha memberi penjelasan dan konteks, tetapi pada akhirnya orang-orang tetap membuat keputusan mereka sendiri. Saya kecewa karena film ini sangat terpengaruh oleh hal tersebut dan akhirnya tidak laku di box office," jelasnya.

Yang bikin makin rumit, perang ini nggak cuma terjadi di luar, tapi juga di dalam tim produksi filmnya sendiri. Rachel Zegler, si pemeran utama Snow White, ternyata diketahui mendukung Palestina secara terbuka.

Sikapnya ini dilaporkan bikin hubungannya dengan produser jadi renggang. Bayangin, dua bintang utamanya punya pandangan politik yang berseberangan soal isu paling panas di dunia. Gimana mau kompak pas promosi?

Hasil Akhir yang Bikin Nyesek: Rugi Rp 1,8 Triliun!

Pada akhirnya, Snow White benar-benar terpuruk. Film ini diperkirakan menelan kerugian sekitar US$ 115 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun! Sebuah angka yang fantastis dan jadi bukti nyata kalau film ini bukan cuma korban promosi yang lemah, tapi juga korban dari pengadilan publik.

Di satu sisi, kita bisa lihat argumen Gal Gadot. Mungkin nggak adil kalau sebuah karya seni "dihukum" cuma karena kewarganegaraan salah satu bintangnya.

Di sisi lain, kita juga nggak bisa nutup mata. Di saat lembaga-lembaga HAM dunia menuduh Israel melakukan genosida, wajar banget kalau publik jadi super sensitif dan menolak untuk mendukung figur publik yang terafiliasi dengan negara tersebut, sekecil apa pun bentuk dukungannya.

Proyek-proyek lain Gal Gadot juga kena imbasnya. Syuting filmnya di London didemo, dan seremoni bintang Hollywood Walk of Fame-nya ditunda gara-gara protes kelompok pro-Palestina.

Kisah Snow White ini jadi cermin besar. Di era sekarang, batas antara hiburan dan politik itu udah tipis banget. Sebuah film bisa dianggap "gagal" bahkan sebelum kita sempat beli tiketnya, bukan karena kualitasnya, tapi karena "dosa" dari orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Gimana menurutmu? Apakah wajar sebuah film diboikot karena isu politik?