Minggu, 15 September 2019
Dany Garjito | Amertiya Saraswati : Selasa, 10 September 2019 | 13:00 WIB

Guideku.com - Baru-baru ini, seorang jurnalis olahraga asal Australia membuat geger dengan cerita yang dibagikannya di Twitter. Bagaimana tidak, pria ini mengaku sudah membeli bir termahal dalam sejarah dengan harga lebih dari 1 miliar rupiah.

Bir dengan merek Deuchers IPA yang dibeli di hotel Malmaison, Manchester, Inggris tersebut sebenarnya adalah bir biasa. Yang menjadi masalah, jurnalis itu tidak memperhatikan jumlah uang saat membayar.

Melansir dari laman Business Insider, Peter Lalor saat itu tengah berkunjung ke Inggris untuk meliput pertandingan kriket. Di sana, Peter menyempatkan diri untuk membeli bir.

"Itu adalah malam di hari Minggu yang sepi ketika aku membuat pembelian tersebut," tulisnya lewat akun Twiter @plalor.

Saat itu, Peter Lalor pun memesan bir Deuchers IPA. Namun, ketika pelayan bar memberikan tagihan, Peter mengaku lupa membawa kacamata.

Pria keluarkan uang 1 miliar untuk bir (twitter.com/plalor)

Ketika itu, Peter Lalor masih tidak sadar berapa banyak uang yang sudah dia keluarkan karena membayar dengan kartu kredit.

"Namun, sesuatu membuatku bertanya berapa yang sudah kukeluarkan untuk bir itu," lanjut Peter Lalor. "Dia (pelayan bar) mengeceknya, menutup mulutnya, dan mulai tertawa serta menolak memberitahuku. Dia berkata ada kesalahan dan dia akan membenarkannya."

Tidak sampai di sana, manajer bar pun dipanggil. Menyadari masalah yang ada, manajer itu pun bersikeras bahwa mereka akan segera mengusahakan pengembalian uang.

Saat itulah, Peter Lalor mendapat telepon dari rumah.

"Uang sejumlah $99.983 (Rp 1,4 miliar) telah keluar dari akun kami. Dan sebagai tambahan, ada biaya transaksi $2.499 (Rp 35 juta)."

Pria keluarkan uang 1 miliar untuk bir (twitter.com/plalor)

Untunglah, uang tersebut bisa dikembalikan. Sialnya, Peter Lalor butuh menunggu selama seminggu lebih sampai uangnya yang berjumlah lebih dari 1 miliar itu kembali.

Menurut Visa, mereka memang akan membereskan kesalahan ini. Namun, tanggung jawab tetap ada di bank yang digunakan Peter Lalor.

"Aku terkejut karena Visa dan bankku mengizinkan uang sebesar itu untuk keluar tanpa mempertanyakannya."

"Mereka setuju untuk melakukan refund, tapi butuh waktu 9 hari untuk melakukannya. Sementara ini, ada lubang besar di kondisi keuanganku."

Meski begitu, Peter Lalor tetap bisa bercanda dan mengatakan bahwa ada satu hal positif dari pengalaman ini. Menurut Peter, setidaknya bir yang berharga lebih dari 1 miliar itu memiliki rasa yang tidak mengecewakan.