Selasa, 23 Juli 2019
Dany Garjito | Amertiya Saraswati : Rabu, 13 Maret 2019 | 19:30 WIB

Guideku.com - Insiden KRL anjlok yang terjadi di Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (10/3/2019) kemarin berhasil mengejutkan publik.

Dikatakan, kereta pada saat itu sudah tampak oleng sebelum akhirnya keluar jalur dan menghantam tiang listrik.

Sedikitnya terdapat 17 penumpang yang mengalami luka-luka dan menjadi korban anjloknya KRL 1722 Jakarta - Bogor ini.

Tidak heran banyak pengguna KRL yang merasa takut pasca insiden KRL anjlok ini dan bertanya-tanya bagaimana cara melakukan evakuasi KRL dalam kondisi darurat.

Lewat akun twitter @_giiita, salah satu korban kecelakaan KRL pada 2013 silam memberikan pernyataan bahwa banyak yang tidak tahu cara keluar dari gerbong.

''Keretanya terguling ke kanan dan aku nyari alat pemecah kaca tidak ada, satpam gak ada, gerbong depan, itu khusus perempuan itu. Penumpang yang lain berusaha cari jalan keluar lewat gerbong bagian belakang. Kita sudah teriak-teriak, aku nginjak itu kaca.''

Usut punya usut, KRL di Indonesia memang tidak dilengkapi palu pemecah kaca sebagai alat keselamatan.

Hal ini dikarenakan KRL yang ada di Indonesia merupakan impor dari Jepang dan menggunakan peralatan keselamatan yang sudah lebih maju.

Tips Menyelamatkan Diri dari KRL (twitter.com/_giiita)

Lewat thread-nya di twitter, akun @_giiita menjelaskan lebih lanjut bahwa rangkaian KRL yang ada di Jabodetabek menggunakan katup pintu darurat.

Dalam 1 gerbong kereta, terdapat 4 katup pintu individu dan 1 katup pintu sentral.

Katup individu biasanya terletak di bawah tempat duduk, sementara katup sentral ada di sambungan gerbong kereta dan ditandai penutup warna merah.

Lantas, bagaimana cara penggunaan katup pintu darurat ini?

Tips Menyelamatkan Diri dari KRL (twitter.com/_giiita)

Rupanya, jika dibandingkan palu, katup ini dapat memungkinkan evaluasi dilakukan lebih cepat.

Langkah pertama adalah membuka pintu katup dengan cara didorong, ditarik, atau kombinasi keduanya.

Tips Menyelamatkan Diri dari KRL (twitter.com/_giiita)

Setelah terbuka, penumpang tinggal menarik keran yang ada hingga terdengar suara angin mendesis.

Suara angin mendesis ini adalah pertanda hilangnya tekanan angin di pintu KRL sehingga pintu dapat dibuka.

Segera setelah angin habis, penumpang dapat membuka pintu KRL secara manual dan keluar untuk melakukan evakuasi. Hal ini tentunya lebih aman dibanding memecahkan kaca atau melompat lewat jendela.

Nah, sekarang travelers sudah tahu kan bagaimana cara menyelamatkan diri di KRL dalam kondisi darurat?

Meski begitu, semoga saja insiden KRL anjlok kemarin tidak terulang lagi ya.