Selasa, 07 April 2020
Rima Sekarani Imamun Nissa : Kamis, 13 Februari 2020 | 12:30 WIB

Guideku.com - Beberapa waktu lalu, Karomatullo Dzhaborov, ditangkap setelah melakukan prank virus corona di dalam kereta bawah tanah di Moskow, Rusia. Ia pura-pura pingsan di tengah penumpang yang ramai.

Dalam rekaman video yang beredar, Dzhaborov yang terlihat memakai masker tiba-tiba pingsan dan mulai kejang-kejang.

Dilaporkan Daily Mail, Selasa (11/2/2020) alalu, awalnya, penumpang lain terlihat bergegas membantu Dzhaborov. Namun ketika pria itu mulai kejang-kejang, penumpang berlarian dan bergegas keluar dari gerbong.

Kondisi menjadi kacau. Terdengar pula orang berteriak bahwa pria itu terjangkit virus corona.

Rekaman kejadian itu pertama kali diunggah pada 2 Februari, tetapi kekinian telah dihapus. Tidak jelas kapan tepatnya itu prank ini dilakukan.

Ilustrasi penyebaran virus corona. (Pixabay/Gerd Altmann)

Tersangka utama ditahan atas dugaan perilaku mengganggu di muka umum. Tindakan ini dapat diganjar dengan hukuman maksimum lima tahun penjara dan denda 500.000 rubel atau sekitar Rp 108 juta.

Pengacara Dzhaborov, Aleksey Popov mengatakan kliennya menyerahkan diri kepada polisi setelah surat perintah dikeluarkan.

Pelaku mengaku tidak pernah berharap situasinya menjadi begitu tak terkendali. Popov juga mengklaim bahwa lelucon kliennya hanya untuk meningkatkan kesadaran terhadap virus corona.

Dia berkata, "Dzhaborov punya banyak video tentang berbagai topik yang penting bagi masyarakat kita. Tujuannya adalah mengalihkan perhatian orang pada kenyataan bahwa orang perlu memakai masker dan melindungi diri dari virus berbahaya tersebut."

Prank virus corona di kereta bawah tanah Moskow (instagram/@pranks.rus)

Para pejabat kesehatan Rusia mengatakan penyakit ini bisa menyebar sebelum gejalanya muncul dan sekitar 20 persen pasien menjadi sakit parah.

Gejala-gejalanya termasuk demam, batuk, sesak napas dan bisa berkembang menjadi pneumonia dan gagal pernapasan.

Virus yang berasal dari Wuhan, China, ini telah menyebar ke lebih dari 20 negara. Terdapat 43.000 kasus virus corona di seluruh dunia. (*Rifan Aditya)