Minggu, 19 September 2021
Rima Sekarani Imamun Nissa : Selasa, 11 Agustus 2020 | 08:00 WIB

Guideku.com - Ada banyak destinasi menarik yang bisa dikunjungi di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Salah satu wisata yang terlalu sayang dilewarkan adalah Museum Alquran Raksasa.

Selama ini, tempat-tempat wisata yang kerap dikunjungi para pelancong adalah Jembatan Ampera dan kawasan Benteng Kuto Besak (BKB).

Padahal, ada satu tempat wisata religi yang cukup terkenal yang terletak di Jalan Mohammad Amin, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Wisata tersebut dikenal dengan koleksi Alquran terbesar di dunia, lho.

Untuk mencapai lokasi, hanya butuh kurang lebih 30 menit dari pusat kota pempek, baik itu menggunakan kendaraan pribadi seperti roda dua maupun roda empat.

Nah, bagi pelancong yang berasal dari luar Kota Palembang, bisa dimulai saat mendarat di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Ilustrasi Al Quran. (Shutterstock)

Selanjutnya, Anda bisa menuju lokasi tersebut menggunakan berbagai pilihan. Mulai dari naik kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang, kemudian taksi bandara, dan transportasi umum yakni TransMusi.

Kalau naik LRT Palembang, Anda bisa naik dari Stasiun LRT Bandara. Caranya, Anda bisa menuju ke stasiun itu melalui skybridge yang ada di bandara tersebut.

Dari Stasiun LRT Bandara, Anda cukup membayar Rp 10.000 untuk setop di Stasiun LRT Demang. Lalu dari Stasiun LRT Demang yang terletak di dekat SMK Negeri 2 Palembang, Anda bisa memilih opsi menggunakan ojek online atau taksi online untuk mencapai lokasi destinasi wisata tersebut.

Sedangkan jika menggunakan taksi dari bandara, Anda bisa langsung menuju ke lokasi wisata religi tersebut. Namun, memang ongkosnya tentu lebih mahal, kemungkinan bisa mengeluarkan biaya berkisar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Mengingat jarak tempuhnya sekitar setengah jam.

Terakhir, Anda dapat memanfaatkan menggunakan TransMusi yang ongkosnya lebih murah, yakni Rp 5.500. Caranya, naik dari bandara dan turun di Halte Jembatan Musi II.

Dari sana, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan angkot jurusan Gandus, di mana tempat wisata religi itu berada.

Mengingat tiket masuk museum ini juga cukup terjangkau yakni Rp 20.000 untuk orang dewasa dan anak-anak Rp 15.000. Cukup murah, kan?

Ketika berada di destinasi wisata ini, Anda akan dimanjakan dengan tampilan ukiran kaligrafi 30 Juz Alquran dalam ukuran raksasa sebesar 177 cm x 140 cm dengan ketebalan 2,5 cm.

Setiap kaligrafi diukir di kayu jenis tembesu yang terkenal awet. Warna emas yang memancar di setiap bait huruf-huruf Arab itu dijamin memukau para pengunjung melihat pesona Alquran Raksasa ini.

Seorang pengunjung Alquran Raksasa, Winda (34), mengaku datang ke tempat wisata religi ink bersama suami tercinta dan dua anaknya untuk mengisi akhir pekan.

"Sebelumnya kan sempat ditutup karena pandemi Covid-19. Ini sekarang sudah dibuka kembali makanya ngajak keluarga ke sini saja. Bosen juga kalau di rumah saja," kata wanita berjilbab ini kepada Suara.com pada Sabtu (8/8/2020) akhir pekan kemarin.

Ditemui di sela-sela aktivitasnya, Inisiator Bayt Alquran Al Akbar Syofwatillah Mohzaib mengatakan, destinasi wisata religi ini memang baru kembali dibuka. Pihaknya tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah kota setempat.

"Mulai dibuka lagi pertengah Juli 2020 lalu. Sudah empat bulan ini (Alquran Raksasa) kita tutup. Pandemi ini memang jadi tantangan kita, tapi kita tetap harus semangat," tutur pria yang akrab disapa Opat ini.

Museum tersebut juga tengah menyempurnakan kawasan destinasi bioskop mini bagi pengunjung. Nantinya, orang-orang dapat menyaksikan beragam film religi dan sejarah Muslim bertema Islami.

"Kita masih ingin membuat bioskop mini itu jadi lebih baik," ucap dia.

Harapannya, para pengunjung yang datang ke Museum Alquran Raksasa terbesar di dunia ini bisa juga lebih memperdalam pengetahuan tentang Islam melalui cerita-cerita Muslim yang disiarkan.

"Salah satu film yang ditayangkan seperti cerita awal dibangunnya wisata religi ini (Bayt Alquran Al Akbar) dan masih banyak lagi lainnya. Saat ini kita buka mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Kalau berkunjung tetap harus jaga jarak dan pakai masker," kata dia menerangkan.

BACA SELANJUTNYA

Desa Wisata Ledok Sambi, Pilihan Tepat untuk Isi Liburan Akhir Tahun