Minggu, 15 September 2019
Dany Garjito | Amertiya Saraswati : Minggu, 25 Agustus 2019 | 11:00 WIB

Guideku.com - Siapa tak tahu gerai kopi Starbucks? Selain sudah mendunia, Indonesia sendiri memiliki puluhan gerai Starbucks yang dapat ditemukan dengan mudah.

Starbucks sendiri bermula ketika seseorang bernama Howard Schultz mengunjungi kota Milan, Italia pada tahun 1983.

Dikenal sebagai surga kopi, ada lebih dari 1.500 kedai kopi di Italia. Hal itulah yang mendorong Schultz untuk membeli Starbucks, sebuah toko yang dulunya hanya menjual bubuk kopi.

Dari sana, Starbucks lantas berubah menjadi gerai kopi mendunia. Banyak orang kini kerap memakai Starbucks sebagai tempat nongkrong dan bekerja.

Meski demikian, sudah tahukah Anda soal deretan fakta Starbucks di bawah ini? Dilansir dari Mental Floss, inilah beberapa fakta soal Starbucks yang mungkin belum diketahui sebelumnya.

Starbucks. (Pixabay/Stock Snaps)

Aroma kopi merupakan sesuatu yang penting untuk dirasakan pengunjung Starbucks.

Karena alasan itulah, Howard Schultz dan CEO Starbucks sekarang memiliki aturan ketat seputar bau. Di Starbucks, tak ada bau lain yang boleh mengganggu aroma kopi.

Starbucks mulai menerapkan larangan merokok dalam toko mereka di tahun 1980-an. Selain itu, pegawai Starbucks juga tidak boleh memakai parfum atau cologne.

2. Mermaid Starbucks dulunya tampil telanjang

Saat pertama berdiri, mermaid simbol Starbucks dibuat tampil telanjang untuk merepresentasikan betapa menggodanya secangkir kopi.

Tidak tanggung-tanggung, logo Starbucks saat itu belum berwarna hijau dan payudara sang mermaid dapat terlihat jelas.

Walau ada beberapa konsumen yang berkomentar, saat itu logo Starbucks tak menjadi masalah sampai mereka mulai melakukan pengiriman dan harus memasang logo di truk.

Pada akhirnya, logo Starbucks pun diganti menjadi yang kita kenal sekarang.

Ilustrasi Gelas Starbucks (Pixabay/eak_kkk)

CIA dikenal sebagai salah satu organisasi intelejen yang melakukan segala pekerjaan mereka secara rahasia.

Namun, layaknya para karyawan di perusahaan, orang-orang di CIA ternyata juga menyukai kopi. Hal itulah yang membuat Starbucks memiliki cabang di CIA.

Meski begitu, barista yang bekerja di Starbucks di CIA harus melewati pemeriksaan latar belakang lebih dulu. Tidak hanya itu, mereka dilarang untuk pergi dari Starbucks CIA tanpa pengawasan dari CIA.

Starbucks CIA juga dilarang untuk memanggil nama konsumen mereka saat pembelian demi alasan keamanan.

4. Ada aturan berpakaian yang spesifik bagi pegawai Starbucks

Saat pertama dibuka di tahun 1985, Schultz meminta agar para karyawan Starbucks memakai dasi pita dan kemeja putih layaknya pekerja kafe di Italia.

Sekarang, aturan berpakaian di Starbucks sudah lebih santai. Meski begitu, masih ada beberapa aturan khusus yang harus dipatuhi.

Pegawai di Starbucks tidak boleh memakai cincin yang dihiasi batu, tidak boleh memiliki warna rambut yang mencolok seperti ungu atau pink, tidak boleh memakai kemeja yang terlalu pendek dan dapat memperlihatkan tubuh saat membungkukkan badan, anting-anting harus lebih kecil dari 1 cm, dan menghindari tato di wajah.

Gerai Starbucks Instagrammable di Dunia (instagram.com/starbucks.mt)

Di tahun 1989, banyak pengunjung Starbucks yang menuliskan saran dan meminta agar susu rendah lemak disediakan sebagai alternatif.

Namun, tim eksekutif Starbucks saat itu menolak karena susu rendah lemak membuat rasa kopi menjadi kurang enak dan bukan merupakan kopi Italia autentik.

Meski begitu, Starbucks akhirnya mengalah setelah melihat ada konsumen yang tidak jadi membeli kopi karena tidak ada opsi susu rendah lemak.

Sekarang, hampir setengah dari cappuccino dan latte yang disajikan Starbucks menggunakan susu rendah lemak.

6. Meja bundar di Starbucks ada agar tamu tidak kesepian

Agar tamu tidak merasa kesepian atau malu karena harus duduk sendirian, Starbucks menyediakan meja bundar atau meja besar yang dapat digunakan bersama.

Selain itu, meja yang memiliki bentuk bundar juga dapat memiliki kesan akrab dan ramah alih-alih meja persegi yang memiliki sudut.