Senin, 22 April 2019
Angga Roni Priambodo | Aditya Prasanda : Kamis, 14 Maret 2019 | 05:30 WIB

Guideku.com - Dibangun sejak abad ke-3 SM, Sigiriya mengalami beragam rekonstruksi sebelum akhirnya dibiarkan terbengkalai selama bertahun-tahun.

Komplek bebatuan megah ini pada abad ke-3 SM merupakan sebuah biara.

Pada abad ke-5, seorang raja, Kasyapa datang dan memutuskan membangun istananya di kompleks ini.

Pasca kematian sang raja, Sigiriya digubah kembali menjadi komplek biara Buddha. Hingga akhirnya pada abad ke-14 SM, tempat ini dibiarkan hancur dan terbengkalai.

(Wikimedia Cherubino)

Dibangun di atas dataran tinggi berupa batu raksasa setinggi 200 meter, kita dapat menyimak bergam ukiran cantik tersebar di Sigiriya yang terbuat dari muntahan bebatuan lava .

Di dalamnya dapat kita simak puing-puing sisa kejayaan Sigiriya berupa kebun air, gua, taman batu hingga taman bertingkat.

Kompleks magis ini juga dilengkapi sistem pengairan hidrolik nan canggih berupa kanal, bendungan, air mancur, jembatan, pompa bawah tanah hingga pintu air.

(Wikimedia Schnobby)

Menyambangi Situs Warisan Dunia UNESCO yang berada di Polonnaruwa, Sri Lanka ini kita harus bertolak sekitar 1 jam dari pusat kota.

Memasukinya para wisatawan harus merogoh kocek sebesar Rp 420 ribu.